Breaking News:

Berita Tanahlaut

VIDEO Alat PCR di Kabupaten Tala Dioperasikan, Ini Kapasitas dan Sasarannya

Alat PCR di RSUD Hadji Boejasin, Saranghalang, Kabupaten Tala, Kalsel, mulai dioperasionalkan sekitar 2 pekan lalu.

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Warga Kabupaten Tanahlaut (Tala), Provinsi Kalimantan Selatan merasa lega alat PCR untuk menguji sampel swab apakah positif atau negatif, bisa dioperasionalkan petugas di RSUD Hadji Boejasin di Saranghalang.

Seperti yang diungkapkan Ramli, warga Gagas, Kota Pelaihari, Kabupaten Tala, Rabu (9/9/2020). "Syukurlah PCR-nya sudah bisa digunakan supaya orang yang di-swab tak kelamaan nunggu hasilnya. Kemarin-kemarin kan bisa sampai dua minggu," ujarnya. 

Ia menuturkan beberapa pekan silam ada anggota keluarganya menjalani karantina di eks RSUD Hadji Boejasin. "Kasihan, lama banget nunggu hasil uji lab swab-nya. Hampir sebulan, jenuh banget katanya, badan malah bisa drop karena pikiran," paparnya.

Pantauan Banjarmasinpost.co.id, alat PCR di RSUD Hadji Boejasin tersebut memang telah digunakan. Ruangan tempat alat tes swab itu berada tak pernah sepi. Setidaknya, ada 2 tenaga kesehatan sibuk menguji sampel lendir hidung di situ.

Lulus Cumlaude Tertinggi di Politala, Anak Petani Pelaihari Ini Langsung Direkrut Kerja di Bank

Tingginya Air Asam Tambang di Tala Berpotensi Cemari Sungai, Upaya ini yang Dilakukan Penambang

VIDEO Sengkarut Pesangon Karyawan Baratala Menggelinding ke DPRD Tanahlaut

Pasutri di Tala Kalsel ini Terharu, Rumahnya Dibedah Jadi Layak Huni

VIDEO : Atasi Lonjakan Harga Elpiji 3 Kilogram, Diskopdag Tala Gencarkan Operasi Pasar

Direktur RSUD Hadji Boejasin, dr Isna Farida, mengatakan, alat PCR tersebut mulai dioperasionalkan sekitar 2 pekan lalu. "Ada empat tenaga kesehatan pegawai tidak tetap atau PTT rekrutan baru yang kami latih dan sekarang khusus bertugas menguji sampel swab," jelasnya.

Ia mengatakan ada satu orang dokter spesialis patologi klinik yang diserahi tugas menangani uji sampel swab tersebut. 

Ada dua unit alat PCR yang saat ini dimiiki. Kapasitas tiap alat sekali running mampu menangani 6 sampel. Waktu yang diperlukan tiap sekali running selama 3 jam. "Jadi dalam sehari, kapasitas alat PCR kita ini mampu menguji 72 sampel swab," jelas Isna.

Sementara ini jumlah sampel terbanyak dalam sehari yang ditangani sekitar 30 sampel atau lebih. "Kami memang tidak ingin mengoperasikan secara maksimal karena kalau terjadi kerusakan gak ada pengganti. Ini kan alat digital. Kalau terlampau maksimal digunakan, takutnya kalau lekas rusak," sebutnya.

Karena itu, lanjut Isna, alat PCR tersebut difokuskan untuk uji sampel swab pasien Covid-19 di RSUD Hadji Boejasin dan pasien di Fasilitas Layanan Khusus (Fasyansus) di eks RSUD Hadji Boejasin dan di Balai Diklat.

"Kalau sampel swab massal seperti yang dilakukan pegawai instansi, sementara ini kami belum menangani itu. Kalau tak keliru dikirim ke Banjarbaru atau Banjarmasin," tandasnya.

Dikatakannya, pengambilan swab biasanya dilakukan mulai pukul 09.00 Wita. Sekitar pukul 11.00 Wita sudah mulai dilakukan pengujian menggunakan alat PCR. "Kalau pas banyak sampel yang diambil, kadang selesainya hingga pukul 22.00 Wita," papar Isna.

(Banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved