Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

28 Titik Pertashop Hadir di Kalimantan, 8 Ada di Kalsel

Pertashop sudah beroperasi sebanyak 28 titik tersebar di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur.

Pertamina untuk BPost
Salah satu outlet pertashop di Kalsel. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Pertamina berinovasi dalam upaya meningkatkan aksesibilitas masyarakat Indonesia terhadap kebutuhan energi yaitu Bahan Bakar Minyak dan Elpiji.

Terobosan Pertashop yang sudah diimplementasikan sejak 2018 akhir di Pulau Jawa, kini telah hadir di Kalimantan dan sudah beroperasi sebanyak 28 titik tersebar di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur.

Di Kalimantan Selatan (Kalsel) sendiri sudah ada delapan titik yang beroperasi, yaitu empat titik di Kabupaten Banjar, di Desa Sungai Rangas Tengah Kecamatan Martapura Barat, Desa Rantau Bakula Kecamatan Sungai Pinang, Desa Kampung Baru Kecamatan Beruntung Baru, Desa Madurejo Kecamatan Sambung Makmur.

Empat titik lainnya berada di Kabupaten Tanahbumbu, yakni di Desa Giri Mulya Kecamatan Kuranji, Desa Bulu Rejo Kecamatan Mantewe, Desa Maduretno Kecamatan Karang Bintang. Satu titik lainnya berada di Desa Bajuin Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanahlaut.

SMEXPO 2020, Pertamina Kalimantan Perluas Pasar UMKM Mitra Binaan

Harpelnas 2020, Pertamina Tebar Merchandise dan Promo Menarik

Reg. Manager Comm, Rel & CSR Kalimantan, Roberth MV Dumatubun, mengungkapkan Pertashop ini bentuk komitmen Pertamina dalam menyalurkan energi hingga ke daerah-daerah yang cukup jauh jangkauannya ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.

"Tersedianya Pertashop di pedesaan, masyarakat akan semakin mudah memperoleh produk-produk berkualitas Pertamina dengan harga yang sama seperti di SPBU. Produk yang dijual di Pertashop antara lain bahan bakar yaitu Pertamax, elpiji bright gas, dan pelumas," jelas Roberth kepada Banjarmasinpost.co.id.

Lebih lanjut, ia menyampaikan adanya Pertashop di level pedesaan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat karena uang belanja BBM dan elpiji dapat ditekan dan pembangunan desa juga dapat meningkat.

Premium dan Pertalite Dihapus Mengemuka, Ini Penjelasan Direktur Pertamina

Pertamina mengembangkan dua pola investasi dalam pendirian Pertashop. Pertama, Pertamina yang berinvestasi dan desa yang menjalankan atau desa yang melakukan investasi melalui Bumdes dan ada rasio pembagian keuntungan. Dapat juga mengandeng swasta untuk berinvestasi.

Pertashop ini sejalan dengan program One Outlet One Village (OOOV) yang mana memastikan persebaran pangkalan LPG 3 kg terdapat di masing-masing desa atau suatu daerah untuk pemerataan distribusi. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved