Breaking News:

Badan Restorasi Gambut

BRG Latih Puluhan Kades di Kalselteng untuk Pemeliharaan Lahan Gambut

Tim BRG melatih sejumlah kelompok warga desa di Kalsel dan Kalteng untuk berperan dalam memelihara lahan gambut agar tidak mudah terbakar.

BANJARMASINPOST.CO.ID/FATURAHMAN
Workshop penguatan kelembagaan desa pemelihara infrastruktur pembasahan gambut di Kota Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah, Kamis (10/9/2020). 

Editor:  Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Sebanyak 40 kepala desa yang berasal dari Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, Kamis (10/9/2020), diberikan pelatihan atau workshop penguatan kelembagaan desa pemelihara infrastruktur pembasahan gambut di Kota Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah.

Kegiatan tersebut digelar sejak Kamis (10/9/2020) hingga Jumat (11/9/2020) di Hotel Luwansa, Jalan George Obos, Palangkaraya, diprakarsai Badan Restorasi Gambut (BRG). Lembaga ini dibentuk dengan tugas pokok dan fungsi utama mengkoordinasi dan memfaslitasi pelaksanaan restorasi gambut.

Selama ini, BRG sangat berperan dalam memberikan pelatihan kepada kelompok warga pada tujuh provinsi yang menjadi prioritas, karena banyak terdapat lahan gambut.

Kemudian, BRG melatih sejumlah kelompok warga yang ada di desa untuk berperan dalam memelihara lahan gambut agar tidak mudah terbakar sehingga bisa dimanfaatkan sebagai lahan produktif.

Tujuh provinsi tersebut antara lain, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Papua.

Suasana pelatihan atau workshop penguatan kelembagaan desa pemelihara infrastruktur pembasahan gambut di Kota Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah, Kamis (10/9/2020).
Suasana pelatihan atau workshop penguatan kelembagaan desa pemelihara infrastruktur pembasahan gambut di Kota Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah, Kamis (10/9/2020). (BANJARMASINPOST.CO.ID/FATURAHMAN)

Targetnya seluas 2 juta hektare dalam kurun waktu tahun 2016 sampai dengan tahun 2020, dengan menerapkan tiga kegiatan utama, yakni pembasahan, revegetasi dan revitalisasi sumber mata pencarian.

Staf Kediputian III BRG, Fadhlizul Fauzi, di sela melaksakan kegiatan pelatihan, mengatakan, selama ini pihaknya memberikan pelatihan kepada Kelompok Desa (Pokdes) dalam pemeliharaan sekat kanal dan sumur bor untuk kelestarian lahan gambut.

Dalam rangka memperluas warga yang ikut memelihara lahan tersebut, pihaknya kemudian melibatkan puluhan kepala desa yang ada di Kalsel dan Kalteng untuk diberikan pelatihan. Tujuannya, memanfaatkan sarana yang telah dibangun BRG tersebut agar bisa juga melakukan pengawasannya sehingga dalam pemeliharaanya bisa lebih baik lagi.

"Harapan kami setelah diberikan pelatihan tersebut, nantinya kepala desa yang ikut ini, dapat membantu pemeliharaan sekat kanal dan sumur bor yang telah dibangun BRG pada lokasi yang lahan gambut yang rawan terbakar. Nanti, outputnya bisa saja para Kades ini membentuk lembaga pengawas dalam pemeliharaan dan pengelolaan Infrastruktur Pembasahan Gambut atau IPG tersebut," ujarnya.

Menurut dia, selama ini pihaknya untuk pembasahan lahan gambut terfokus pada kelompok masyarakat, sehingga para kades tidak tahu banyak terkait kegiatan pokdes yang telah dibentuk tersebut.

"Terutama untuk pemeliharaanya, termasuk untuk pelaporan jika ada IPG yang rusak, sebab itu saat inilah mereka diberikan pelatihan untuk kegiatan tersebut," ujarnya lagi.

Pelatihan tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah Kalimantan Tengah Fahrizal Fitri, yang juga Ketua Tim Restorasi Gambut Daerah (TRGD).

Sedangkan pemberi materi dalam workshop tersebut antara lain dari Deputi Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan BRG yang memberikan materi tentang tata cara pengelolaan lahan gambut. (AOL/*)

Penulis: Fathurahman
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved