Breaking News:

kampusiana

Cegah Kerusakan Lingkungan di Sektor Pertambangan, Tim Peneliti Uniska Banjarmasin Gelar FGD

Tahun 2019 lalu Tim Peneliti Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari (MAB) Banjarmasin telah melakukan penelitian.

Tim Penelitian UNISKA MAB
Focus Group Discussion (FGD) Tim Peneliti UNISKA MAB, Pembahasan kebijakan pengawasan pengelolaan lingkungan hidup dalam pertambangan mineral dan batubara berbasis asas keterpaduan, Kamis (10/9/2020). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tahun 2019 lalu Tim Peneliti Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari (MAB) Banjarmasin telah melakukan penelitian.

Penelitian dikonsentrasikan ke arah perlindungan dan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup, yang ada di Kalimantan Selatan.

Dari hasil penelitian itu, kemudian menghasilkan satu model pengawasan terintegrasi, yang menyinergikan instansi terkait dalam pengawasan pengelolaan lingkungan hidup.

Untuk mengkaji, menganalisis, dan merumuskan hasil penelitian tersebut, maka Tim Peneliti Uniska menggelar Focus Group Discussion (FGD). Kamis (10/09/2020). 

Di FGD tersebut membahas kebijakan pengawasan pengelolaan lingkungan hidup dalam pertambangan mineral dan batubara berbasis asas keterpaduan.

Alasan tim penelitian berfokus terhadap pertambangan batu bara, sebab Mereka menilai Kalimantan Selatan merupakan provinsi yang memiliki sumber daya alam terbesar di Indonesia.

"Pengawasan ini Kami lakukan terhadap izin lingkungan, yang mana izin lingkungan tersebut merupakan satu syarat untuk mendapatkan ijin usaha," kata Ketua Tim penelitian Uniska MAB Dr Nurul Listiyani.

Pengenalan Kampus STKIP PGRI Banjarmasin Dilakukan Secara Virtual

9 Perguruan Tinggi Indonesia Tembus The World University, Kampus Mana Saja

Dijelaskannya bahwa, pengawasan merupakan titik poin penting guna melakukan pencegahan terhadap pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup.

Sebab menurutnya Berdasarkan Undang- Undang Nomor 32 Tahun 2009 telah dijelaskan tindakan preventif, yang harus dilakukan dalam hal perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yakni berupa perizinan dan pengawasan. 

Soal perizinan sendiri telah diatur di Undang-undang, sementara soal pengawasan menurut Nurul belum diatur secara sistematis di dalamnya.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Rahmadi
Editor: M.Risman Noor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved