Breaking News:

Kriminalitas Kalteng

Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur Diamankan Polresta Palangkaraya

Informasi terhimpun, kejadian pencabulan tersebut dilakukan pelaku H saat korban sedang bermain game di rumahnya.

banjarmasinpost.co.id/fathurahman
Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri.(faturahman) 

Editor: Eka Dinayanti

 BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Jajaran kepolisian Polresta Palangkaraya, Kalimantan Tengah, menangkap seorang lelaki dengan inisial H (27) warga Kecamatan Pahandut, karena diduga melakukan pencabulan terhadap seorang anak di bawah umur, yang tak lain adalah anak tirinya sendiri.

Informasi terhimpun, kejadian pencabulan tersebut dilakukan pelaku H saat korban sedang bermain game di rumahnya.

Saat itu hanya ada korban dan pelaku.

Korban yang masih bocah ini, sama sekali tidak ada prasangka buruk terhadap pelaku.

Perubahan Tubuh Syahrini Terungkap Saat Istri Reino Barack Itu Pamer Barang Bawaan Jelang Manggung

PSBB Total di Jakarta Bakal Tekan Saham Gabungan, Namun 2 Sektor Ini Diramal Bakal Raup Untung Besar

Sebar Video Pengakuan Terlibat Pembunuhan Editor Metro TV Yodi Prabowo di Medsos, Pria Ini Ditangkap

Korban sedang asyik bermain game di kamarnya kemudian pelaku datang sambil mengajaknya bercanda yang kemudian mengarah pada tindak pidana pencabulan.

Penyidik kepolisian Polresta Palangkaraya, Jumat (11/9/2020) masih terus memproses kasus hukum setelah ada aduan dari keluarga korban terhadap kelakuan pelaku terhadap bocah perempuan yang malang tersebut.

Kepala Kepolisian Resor Kota (Polresta) Palangkaraya, Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri, mengatakan, pihaknya telah mengamankan, pelaku yang melakukan tindakan asusila terhadap anak di bawah umur.

Hingga saat ini tersangka masih diamankan untuk proses hukum lebih lanjut.

Kapolres membenarkan, korban dicabuli oleh pelaku saat sedang bermain game, awalnya oleh pelaku diajak bercanda sebelum melakukan aksi bejatnya.

“Pelaku bersama barang bukti saat ini masih diamankan di kamar tahanan Mapolresta Palangkaraya untuk menjalani penyidikan dan pemeriksaan lebih lanjut sesuai dengan proses hukum yang berlaku,” ujar perwira polisi berpangkat melati tiga ini.

Polisi mengenakan Pasal 82 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 yang berisikan perlindungan terhadap anak dengan ancaman hukuman pidana penjara hingga maksimal mencapai 15 tahun.

banjarmasinpost.co.id / faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved