Breaking News:

Berita Jakarta

KPU RI Temukan Banyak Kekurangan pada Simulasi Pemungutan Suara Pilkada

KPU RI tiga kali menggelar simulasi pemungutan suara pilkada serentak 2020 dan menemukan banyak kekurangan terutama untuk mencegah penyebaran Covid-19

frans rumbon
Deklarasi berkomitmen menjalankan protokol kesehatan pada Pilkada Banjarmasin 2020 di Taman Kamboja, Jalan H Anang Adenansi, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (10/9/2020) pagi 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA – Jadwal pilkada serentak digelar 9 Desember 2020. Meski begitu, KPU RI masih mencoba untuk mempersiapkan pesta demokrasi di berbagai daerah supaya aman, terutama dari bahaya Covid-19.

Salah satu caranya adalah menggelar simulasi pemungutan suara. Hasilnya, jadi bahan masukan KPU yang diharapkan pada hari "H" berjalan lancar.

Sampai saat ini, telah digelar 3 kali simulaSi pilkada serentak 2020 dan ternyata selalu ada temuan baru.

Seperti yang diungkapkan Ketua KPU RI, Arief Budiman, setelah melihat simulasi pilkada di Lapangan PTPN, Cilenggang. Serpong, Kota Tangerang, Provinsi Banten, Sabtu (12/9/2020).

Disebutkannya, kegiatan simulasi ini adalahh untuk ketiga kalinya. Dan tiap-tiap simulasi memiliki perbedaan tata cara pemungutan suara bagi pemilih, di tengah penerapan protokol kesehatan Covid-19.

"Ini simulasi yang ketiga. Simulasi yang pertama kita selenggarakan di Kantor KPU. Waktu itu kami melihat catatan, salah satunya, pemilih kita imbau supaya datangnya di tiap-tiap jam berbeda. Walaupun durasi di UU itu diatur dari pukul 7 sampai 13.00, tetap harus dilayani. Tapi, masih pengumpulan terjadi dari jam 9 sampai jam 10," kata Arief di lokasi simulasi pilkada di kawasan Serpong tersebut.

KPU Provinsi Kalsel Kantongi Hasil Pemeriksaan Kesehatan Bapaslon, Diumumkan 13 September

Pilkada Kalsel 2020, KPU Tegaskan Tak Persoalkan Hasil Swab Bakal Calon

Pleno KPU Kalsel Tetapkan Gusti Rudiansyah Calon PAW Gantikan Posisi H Rusli di DPRD Kalsel

Pendaftaran Bapaslon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel Berakhir, KPU Minta Tanggapan Publik

Kemudian pada simulasi yang kedua, lanjut dia, temuan yang didapat adalah dimungkinkan belum terbiasa pakai sarung tangan atau macam-macam, sehingga agak lama di Tempat Peungutan Suara (TPS).

"Jadi, di setiap TPS yang kita simulasi itu, memang ada beberapa beda model. Kaya tadi misalnya, tinta ditetes. Kalau yang tempat sebelumnya dioles pakai cotton bud, nanti dibuang sehabis itu," lanjutnya.

Atas simulasi-simulasi yang telah diselenggarakan, Ketua KPU RI ini mengaku terdapat banyak kekurangan. 

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved