Breaking News:

Sport

Memasyarakatkan Olahraga Tradisional Melalui Kampung Bermain di Banjarmasin

Ketua Umum Olahraga Tradisional Balogo Banjarmasin, Murjani sebut setiap Kampung Bermain di Banjarmasin ada macam-macam olahraga tradisional.

MURJANI UNTUK BPOST GROUP
Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Kota Banjarmasin meresmikan Kampung Bermain Permata di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 2017 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Di zaman yang serba canggih, tidak dipungkiri penggunaan smartphone menjadi kebutuhan primer.

Tidak jarang dari anak-anak hingga dewasa menggunakannya. Bahkan dengan teknologi yang dimilikinya bisa membuat orang menggunakannya tidak hanya sekedar berkomunikasi saja, tetapi juga mencari informasi bahkan permainan.

Hal ini membuat kebanyakan anak-anak yang masuk dalam generasi milenial lebih banyak mengenal permainan yang ada di smartphone ketimbang permainan olahraga tradisional di antaranya balogo, bakiak, egrang, bagasing dan lainnya.

Ketua Umum Olahraga Tradisional Balogo Banjarmasin, Murjani sebut, olahraga tradisional tidak kalah dengan permainan zaman sekarang.

Bahkan menurutnya, olahraga tradisional ini tidak kalah menyenangkannya dibandingkan dengan permainan lainnya.

Muskot Tertunda, Ketua Umum Formi Banjarmasin Fokus Laksanakan Raker

Ikuti Kompetisi Level Internasional di Portugal Tahun 2021, FORMI Kalsel Minta Dukungan Dewan

Resmikan Kamber ke Sembilan, Formi Banjarmasin Gelar Lomba Balogo

Formi Banjarmasin Resmikan Kampung Bermain Cemara Banjarmasin Utara, Terapkan Protokol Kesehatan

KalselPedia - Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Banjarmasin

Diakuinya, mereka memasyarakatkan olahraga tradisional balogo, bagasing dan lainnya melalui Kampung Bermain yang dibangun di Kota Banjarmasin. Setiap Kampung Bermain ini ada macam-macam olahraga tradisional.

"Bahkan olahraga tradisional ini sudah booming sejak lama, bukan baru-baru ini saja," kata Murjani kepada Banjarmasinpost.co.id, Minggu (13/9/2020).

Olahraga tradisional ini sudah dilombakan di tingkat nasional, yaitu di Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) V di Kalimantan Timur 2019 .

Balogo ini sangat booming, di antaranya di daerah Kabupaten Tanahbumbu, Tapin, Tanah Laut, Hulu Sungai Selatan. "Awal pencetus olahraga tradisional balogo di Indonesia adalah Kalimantan Selatan," imbuhnya.

Harapan Murjani, ke depannya untuk olahraga tradisional ini agar tidak kalah dengan olahraga prestasi, sehingga sama-sama bisa meangkat dan mengharumkan Kalsel.

Dan olahraga ini adalah olahraga yang menyenangkan bisa diikuti oleh anak-anak hingga dewasa, sebab permainan tradisional ini murah, meriah dan massal.

"Bahkan bisa dimainkan di lapangan terbuka maupun di gedung. Jadi jangan sampai olahraga tradisional ini pudar tetapi terus-terus harus selalu diperkenalkan," tutup Murjani.

(Banjarmasinpost.co.id/Siti Bulkis)

Penulis: Siti Bulkis
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved