Breaking News:

Food Estate di Kalteng

DPR dan Mentan Debat Panas Soal Food Estate di Kalteng

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melakukan rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI pada hari ini, Senin (14/9/2020).

BANJARMASINPOST.CO.ID/MUHAMMAD TABRI
Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, menyetir kendaraan pemanen padi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID  - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melakukan rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI pada hari ini, Senin (14/9/2020). Rapat yang dipimpin oleh Ketua Komisi IV dari fraksi PDIP Sudin tersebut pun memanas ketika membahas proyek lumbung pangan atau food estate di Kalimantan Tengah (Kalteng).

Dalam paparannya, Syahrul menjelaskan, proyek food estate tersebut berada di atas lahan potensial seluas 164.598 hektare.

Namun, lahan yang akan mulai ditanami komoditas padi pada tahun ini sekitar 30.000 hektar atau angka tepatnya 28.315 hektar.

“Pada 2020 ini dilakukan pengelolaan lahan melalui intensifikasi pertanian seluas 30.000 hektar, dengan harapan bisa menyumbang produksi pangan akhir tahun 2020,” ungkapnya.

Pemaparan Syahrul tersebut langsung dipotong oleh Sudin, yang meragukan bahwa lahan seluas 30.000 hektar tersebut bisa ditanami pada tahun ini. Mengingat tahun 2020 hanya kurang dari 4 bulan lagi. Menjawab keraguan tersebut, Syahrul mengatakan, pihaknya meyakini lahan sudah bisa ditanami karena sudah tersedia saluran irigasi.

“Kalau lihat lapangan Pak, Insya Allah. Karena ini irigasi primer, sekunder, dan tersier sudah ada, tinggal manajemen in-out dari yang 30.000 itu memungkin untuk dicapai,” jelas dia.

Namun Sudin menyebut, lahan tersebut belum memiliki irigasi yang baik berdasarkan tinjauannya setahun yang lalu. Oleh sebab itu, ia mempertanyakan sistem penanamannya dan kapasitas tenaga kerja yang akan digunakan.

“Itu rusak berat, masih dalam perbaikan. Makanya saya tanyakan apakah bisa ditanam 30.000 hektar? Pakai apa tanamnya? 30.000 Ha itu banyak lho. Kalau melibatkan tenaga kerja itu mungkin puluhan ribu. Apakah ada tenaga kerja di sana? Sedangkan tenaga kerja di sana itu kan sangat kekurangan," cecar Sudin.

Mendapati rentetan pertanyaan tersebut, Syahrul pun menjelaskan, dari seluas 164.598 hektar yang dicanangkan untuk proyek food estate, sekitar 142.000 hektare yang bisa ditanami. Dari angka tersebut, mengerucut lagi sekitar 82.000 hektar diantaranya sudah memiliki irigasi. Kendati demikian, dari luasan lahan tersebut sebanyak 30.000 hektar yang memang dinilai sangat layak di tanami, sehingga penanaman pun dilakukan pada tahun ini. Menurutnya, intervensi Kementan di lahan itu sudah dilakukan sejak April 2020 dan kini tengah masuk pada penanaman intensifikasi.

“Jadi kami yakin di 30.000 hektare itu kami bisa masuk, dan memang dengan kerja yang lebih kuat. Serta, irigasi disana sudah dibenahi,” kata Syahrul.

Halaman
123
Editor: M.Risman Noor
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved