Breaking News:

KalselPedia

KalselPedia – Bappeda Kabupaten Tala Tekan Stunting

Bappeda Kabupaten Tala, Kalsel, berupaya menekan kasus stunting melalui beragam kegiatan yang saling terintegrasi.

BANJARMASINPOST.CO.ID/ROY
Andris Evony SSTP MSi, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Seperti di daerah lainnya di Indonesia, stunting juga menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Tanahlaut (Tala), Provinsi Kalimantan Selatan.

Dalam hal ini, Bappeda yang memimpin penanganan stunting untuk menekan kasusnya melalui beragam kegiatan yang saling terintegrasi.

Hanya saja tahun ini kegiatan penanganan stunting di Kabupaten Tala tertunda karena terdampak pandemi corona virus diseases (Covid-19). 

Hal itu dikarenakan cegah tangkal virus ganas ini antara lain mesti menghindari kerumunan dan meminimalkan kontak fisik. Anggarannya tetap ada, hanya saja kegiatannya yang belum memunginkan dilaksankan.

Kegiatan penananganan/penanggulangan stunting terutama terfokus pada pemberian gizi atau makanan tambahan pada balita. Pelaksanaannya di tiap pos pelayanan terpadu (posyandu) yang ada di tiap desa.

KalselPedia - Profil Bappeda Kabupaten Tanahlaut Kalsel

VIDEO Serunya Menikmati Wisata Alam Air Terjun Bajuin di Kabupaten Tanahlaut

Pengurus Kadin Kabupaten Tala Ingin Ikut Berperan di Pelabuhan Pelaihari Kalsel

Nakhodai Nasdem Tala, Dosen Perempuan ini Tegaskan Tak Lakukan PAW

Belasan Pasien Kembali Pulang dari Fasyansus Tala, ini Jumlah yang Masih Dirawat

Operasi Pasar Gas Elpiji Tuntas, Begini Ungkapan dan Harapan Warga Tala

"Karena itulah, pada musim Covid-19 sat ini kegiatan penanganan stunting tak bisa dilakukan karena pasti ada kontak fisik dan terjadi kerumunan. Apalagi objeknya bayi, rentan di tengah pandemi saat ini," tandas Kepala Bappeda Tala, Andris Evony SSTP MSi, kepada Banjarmasinpost.co.id, Selasa (15/9/2020).

Pelaksanaan penanganan stunting secara all out kembali akan digencarkan pada 2021 mendatang. Tahun ini belum banyak kegiatan yang dapat dilakukan karena masih berkepanjangannya pandemi Covid-19.

Kegiatan penanganan stunting dilakukan secara menyeluruh. Tak cuma terhadap balita, tapi dimulai sejak remaja putri yang kelak akan menjadi calon pengantin dan calon ibu.

Sasarannya, mulai remaja putri saat duduk di bangku SMP sederajat, yang  mulai baligh atau dewasa. Bentuk kegiatannya, mereka diberi tablet penambah darah.

Kegiatan tersebut bekerja sama dengan pihak sekolah untuk memudahkan sosialisasi dan pemberian tablet tambah darah tersebut. Sasarannya, seluruh remaja putri se-Kabupaten Tala.

Kemudian, terhadap ibu hamil juga terus dipantau. Bagi yang terpantau mengalami Kekurangan Energi Kronik (KEK) atau kurus--diukur lingkar pergelangan tangan--makan akan diberi makanan tambahan dan asupan gizi yang kaya zat besi dan lainnya.

Setelah melahirkan, juga terus dipantau. Termasuk pemantauan terhadap kondisi balita. Kegiatannya di posyandu berupa pemberian makanan tambahan (PMT) seperti susu, bubur kacang hijau, dan roti bergizi.

(Banjarmasinpost.co.id/Roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved