Breaking News:

Berita Kotabaru

Bersyukur Turun Hujan, Kalak BPBD Kotabaru Sebut Dua Minggu Terakhir Kotabaru Nol Hotspot

Hujan yang mengguyur Kotabaru mampu menekan munculnya titik api. Bahkan dua minggu terakhir, wilayah Kotabaru tidak ada lagi ditemukan hotspot.

banjarmasinpost.co.id/Helriansyah
Kepala Pelaksana BPBD Kotabaru H Rusian Ahmadi Jaya 

Editor: Syaiful Akhyar
BANJARMASINPOST.CO.ID,KOTABARU - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotabaru, Kalak BPBD Kotabaru H Rusian Ahmadi Jaya sedikit lega karena tidak ada ditemukan titik panas (Hotspot) setelah dua Minggu Kotabaru diguyur hujan.

Sebulan lalu sempat terdeteksi tiga hotspot di daerah Pamukan dan Pulaulaut.

Menurut Jaya tidak ditemukan titik panas dalam dua minggu terakhir, karena bersamaan hujan intensitas sedang hingga tinggi terjadi di sebagian besar wilayah Kotabaru. 

"Alhamdulillah dua mingguan ini tidak ada hotspot. Mudah-mudahan tidak ada," ujar Jaya kepada banjarmasinpost.co.id, Rabu (16/9/2020).

Siap Jual Produk-produk UMKM, Kemendag Luncurkan Gerobak Digital

UPDATE Covid-19 Indonesia 16 September: Bertambah 3.963, Total Kasus Virus Corona Kini 228.993

Update Covid-19 Banjarbaru: Positif Bertambah 35 Orang, Total 900 Orang

Meski demikian, belum ditemukan hotspot di titik-titik lahan rawan terbakar. Bersama stakeholder terkait, pihaknya sudah bersiaga menghalau jika terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). 

Baik dari kesiapan personel, maupun kediapan sarana prasarana (Sarpras) ketika terjadi karhutla di wilayah Kotabaru. 

"Walau belum ada SK siaga dikeluarkan. Kami dan stakeholder terkait sudah siap mulai dari personel, terlebih sarana prasarana," ungkap Jaya.

Kepala Stasiun Klimatologi Bandara Gusti Sjamsir Alam, Stagen, Kotabaru Toni Kurniawan membenarkan, sekitar sebulan lalu sempat ditemukan tiga titik panas. 

Namun dua minggu terakhir, hotspot 'menghilang' setelah hampir seluruh wilayah di Kotabaru diguyur hujan intensitas sedang hingga tinggi. 

"Iya tidak ada terdeteksi. Nol hotspot," ujar Toni kepada banjarmasinpost.co.id melalui telepon genggamnya. 

Potensi hujan masih terjadi seminggu ke depan, karena adanya siklon lanina. 

(banjarmasinpost.co.id/Helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved