Breaking News:

BTalk

BTalk: RSUD Ulin Miliki Fasilitas Produksi Plasma Konvalesen untuk Lawan Covid-19

Pemprov Kalsel sediakan fasilitas untuk memproduksi plasma konvalesen di RSUD Ulin yang digunakan untuk memerangi virus corona.

BANJARMASINPOST.CO.ID/KASPUL ANWAR
Plt Direktur Utama RSUD Ulin Banjarmasin, Dr dr Izaak Zoelkarnain Akbar, memaparkan upaya menangani Covid-19 dalam BTalk, dipandu jurnalis Banjarmasin Post, Kurniawan, Eabu (16/9/2020). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Corona virus disease 2019 (Covid-19) sudah terdeteksi menginfeksi manusia sejak akhir tahun 2019 di Wuhan, Cina, dan menyebar ke Indonesia khususnya di Provinsi Kalimantan Selatan pada bulan Maret Tahun 2020.

Sudah enam bulan lebih menghantui Kalsel, ada 9.500 lebih masyarakat Kalsel yang terkonfirmasi positif mengidap Covid-19 dan bahkan hampir 400 orang di antaranya menjadi korban virus mematikan ini hingga Rabu (16/9/2020).

Dalam upaya memerangi Covid-19, Pemprov Kalsel memperkuat amunisinya dengan membuat fasilitas unit transfusi darah (UTD) Rumah Sakit (RS) berkemampuan memproduksi plasma konvalesen di RSUD Ulin Banjarmasin sebagai RS rujukan utama kasus Covid-19 di Kalsel. 

Dimana plasma konvalesen diketahui merupakan salah satu alternatif perawatan bagi pasien penderita Covid-19 khususnya yang bergejala berat dengan metode transfusi plasma darah dari orang yang berhasil sembuh dari infeksi Covid-19. 

Sejak diresmikan oleh Gubernur H Sahbirin Noor 8 September 2020 lalu, sudah ada 2 pasien Covid-19 di RSUD Ulin Banjarmasin yang ditransfusikan plasma konvalesen produksi UTD RSUD Ulin Banjarmasin.

UPDATE Covid-19 Kalsel: Bertambah 11 Orang Positif, Total 9.511 Orang

UPDATE Covid-19 Indonesia 16 September: Bertambah 3.963, Total Kasus Virus Corona Kini 228.993

Dijelaskan Plt Direktur Utama RSUD Ulin Banjarmasin, Dr dr Izaak Zoelkarnain Akbar, indikasi membaik sudah ditunjukkan pasien penerima transfusi plasma konvalesen. Ini diuraikannya dalam Program Banjarmasin Post Talk (B-Talk) yang disiarkan secara langsung di tiga media sosial Banjarmasin Post, yakni Youtube, Facebook dan Instagram.

"Setelah diberikan, sejak hari pertama dan hari kedua sudah mulai terlihat ada kemajuan. Sesaknya berkurang, saturasi oksigen meningkat, gambaran klinis mulai terlihat. Tapi apakah bisa lama bertahan atau tidak tergantung antibodinya dan terus kami monitor," kata Izaak, dipandu host dari Banjarmasin Post, Kurniawan. 

Meski sudah memiliki kemampuan untuk memproduksi plasma konvalesen di Banjarmasin, namun hal ini bukan berarti menjadi solusi instan upaya penyembuhan Covid-19 di Kalsel. 

Dijelaskan Izaak dalam Program Btalk Banjarmasinpost.co.id, Rabu (16/9/2020), berbeda dibanding vaksin yang merupakan metode untuk meningkatkan antibodi secara aktif, plasma konvalesen bersifat pasif. 

Halaman
123
Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved