Breaking News:

Berita Banjarmasin

Kunjungi Dispersip Kotabaru Kalsel, Bunda Nunung Ungkap Sulitnya Pembangunan SDM

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan, Dra Hj Nurliani MAP silaturrahmi dan sharing ke Perpustakaa Kotabaru

dispersip kalsel
Kunjungan ke Dispersip Kotabaru 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan, Dra Hj Nurliani MAP melakukan silaturrahmi dan sharing ke Perpustakaan Kotabaru.

Saat kunjungannya, Bunda Nunung, panggilan akrab Hj Nurliani didampingi oleh Kasi Layanan, Kasi Pembinaan dan Kasi Deposit Perpustakaan disambut oleh Kepala Bidang Perpustakaan Kotabaru, Kepala Seksi Pembinaan Pengembangan dan Staf, sedangkan Kadispersip Kotabaru sedang cuti.

Menurut Bunda Nunung dalam rilisnya, Rabu (16/9/2020), pembangunan SDM jauh lebih sulit dibanding pembangunan gedung.

Untuk itu, dia berharap ada pelibatan pemustaka selain pustakawan sendiri dalam pengelolaan dan pengembangan layanan perpustakaan, sehingga, lebih termotivasi meningkatkan minat baca dan literasi.

Dinyatakan Aman, IGD RSUD Abdul Aziz Marabahan Kalsel Dibuka, Pelayanan Kembali Normal

Peristiwa Shireen Temukan Bayi Dibuang di Got Diungkit, Zaskia Sungkar Ngaku Petik Hikmahnya

Personel Duo Ratu yang Baru Dikenalkan Maia Estianty, Pengganti Pinkan, Mulan Jameela dan Mey Chan

”Bangun gedung ini gampang. Setahun selesai, tetapi membangun sumber daya manusia itu berat. Oleh karena itu saya minta bapak dan ibu pustakawan dan pemustaka untuk ikut berperan aktif. Kami selalu mensupport pengembangan layanan perpustakaan di daerah dan memberikan motivasi agar perpustakaan berbasis inklusi sosial dapat bergerak sesuai dengan harapan” terang terangnya.

Sementara itu, Sofyan Hamid, M.Pd. Kepala Seksi Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan Kotabaru menerangkan fungsi layanan yang saat ini terdapat 2 lantai.

Lantai pertama antara lain terdapat ruang layanan sirkulasi dan informasi, layanan media masa, layanan internet publik wifi acces, dan layanan bermain edukasi anak.

"Untuk lantai dua, antara lain sebagai ruang administrasi perkantoran, layanan pengembangan perpustakaan dan ruang kerja katalogisasi dan pelestarian bahan pustaka," ujarnya.

Meski sudah memiliki banyak kelebihan, Sofyan Hamid mengatakan masih ada kekurangan pada gedung tersebut, yakni layanan perangkat teknologi informasi bagi pemustaka dan server khusus Inlislite dalam sistem otomasi perpustakaan saat ini yang belum dimiliki.

Halaman
12
Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved