Breaking News:

Pilkada Kalsel 2020

Pilkada Kalsel 2020, Bawaslu Identifikasi Hak Pilih Ganda di Perbatasan Kalteng

Bawaslu Kalsel menemukan 47 pemilih diduga berdata ganda yang tercatat sebagai pemilih di Pilgub Kalsel dan juga Pilgub Kalteng.

BANJARMASINPOST.CO.ID/ACHMAD MAUDHODY
Erna Kasypiah, Ketua Bawaslu Provinsi Kalimantan Selatan. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Selatan ( Kalsel ) sudah menetapkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pilgub Kalsel 2020.

Itu diumumkan dalam Rapat Pleno Terbuka KPU Kalsel di Hotel Tree Park, Selasa (15/9/2020).

Di dalam DPS tersebut ditetapkan sebanyak 2.787.624 pemilih. Terdiri dari 1.392.357 laki-laki dan 1.395.267 perempuan.

Dalam rapat pleno yang dihadiri para perwakilan tim pemenangan dan partai politik pengusung dan pendukung bapaslon Pilkada Kalsel 2020 ini, Bawaslu Kalsel menyampaikan beberapa catatan.

Salah satunya, Bawaslu mendapati ada indikasi yang menimbulkan dugaan kegandaan data pemilih yang melibatkan dua provinsi, yaitu Pilgub Kalsel 2020 dan Pilgub Kalteng 2020.

Pilkada Kalsel 2020, Pemilih di DPS Pilgub Kalsel Menyusut 81 Ribu Lebih

Ikut Pantau dan Sukseskan Pilkada Kalsel 2020, PWI Kalsel Segera Bentuk Mappilu PWI di Kalsel

Pilkada Kalsel 2020, Bawaslu Awasi Aliran Dana Kampanye Setelah Penetapan Paslon

VIDEO Pilkada Kalsel 2020, Sahbirin dan Denny Bersyukur Penuhi Syarat Kesehatan

Pilkada Kalsel 2020, KPU Didistribusi APD ke Kabupaten dan Kota

Dijelaskan Erna Kasypiah, Ketua Bawaslu Kalsel, pihaknya mengidentifikasi sebanyak 47 pemilih yang diduga berdata ganda tercatat sebagai pemilih di Pilgub Kalsel dan Pilgub Kalteng.

Hal ini kata Erna didapati di kawasan Desa Dambung Raya Kabupaten Tabalong yang berbatasan dengan Kabupaten Barito Timur (Bartim), Kalteng.

"Di desa tersebut masih ada yang dicoklit ganda dari Kabupaten Barito Timur mencoklit dan dari Kabupaten Tabalong mencoklit. Nah ini perlu dicermati oleh penyelenggara," kata Erna.

Sedangkan menurut Ketua KPU Kalsel, Sarmuji, terkait hal itu pihaknya sudah melakukan tindaklanjut melalui rapat koordinasi KPU dan didapati 22 nama yang ganda.

"Itu sudah selesai, ada 22 nama yang sama, kemudian 4 di TMS (tidak memenuhi syarat) kan berarti MS (memenuhi syarat) di Bartim, 13 orang MS di Tabalong dan 5 orang masuk kategori tidak dikenal," kata Sarmuji.

(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved