Breaking News:

Kriminalitas HST

Remaja Bunuh Ibu Tiri di Kabupaten HST, Orangtua Korban Minta Hukuman Setimpal

Orangtua dari korban pembunuhan di Kabupaten HST, Kalsel, meminta pada penegak hukum agar pelaku yang telah ditangkap diberi hukuman setimpal.

HUMAS POLRES HULU SUNGAI TENGAH UNTUK BPOST GROUP
Barang bukti terkait kasus pembunuhan perempuan hamil 9 bulan, diamankan Polres Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (16/9/2020). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.IS, BARABAI - Kasus pembunuhan perempuan hamil 9 bulan di Desa Banua Binjai, Kecamatan Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan, akhirnya terungkap. 

Pelaku ternyata merupakan anak tiri korban dan masih di bawah umur, berusia 16 tahun. Ia menghabisi nyawa sang ibu tiri yang sedang mengandung sembilan bulan akibat dendam dan sakit hati. 

Ibu korban, Sainah, mengaku yakin tersangka bukan pelaku tunggal. Dibeberkannya, korban Latifah (31) atau sering dipanggil Ira sering curhat perihal rumah tangga.

Kalau soal cekcok dengan istri tua, lanjutnya, bukan kali pertama. Korban curhat kalau sering dimaki istri tua. Bahkan, tak hanya sekali ada ancaman. Namun, hal itu tak digubris korban.

Remaja Bunuh Perempuan Hamil 9 Bulan di Kabupaten HST karena Sakit Hati

Pembunuhan Perempuan Hamil 9 Bulan di Kabupaten HST, Polisi Masih Periksa Saksi

Perempuan Hamil 9 Bulan Dibunuh di Kabupaten HST, Jari Korban Nyaris Putus

Kemudian, sambung Saniah, suami korban datang bersama sang anak yang tidak lain tersangka pembunuhan. Mereka datang Kamis (10/9/2020). "Ira cerita suaminya datang bersama sang anak," katanya.

Datang lagi di hari selanjutnya, Jumat (11/9/2020). Korban bercerita kalau sang anak tiri datang.

"Kalau kedatangan hari Kamis, cerita via telepon. Kedatangan Jumat, dia cerita via whatsapp. Saya tanya, datang dengan siapa. Rupanya anak tiri datang bersama sepupunya. Saya tanya menginapkah. Tidak ada jawaban," bebernya.

Sebagai ibu, Sainah berharap tersangka dihukum seberat-beratnya. Apalagi, korban merupakan anak satu-satunya.

"Saya punya dua anak. Pertama meninggal. Kemudian Ira meninggal. Hati saya sakit. Saya harap tersangka dihukum setimpal," bebernya.

Halaman
12
Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved