Breaking News:

Berita Kotabaru

Tak Pakai Masker Dihukum Push up, Operasi Yustisi Jaring Pelanggar Protokol Covid-19 di Kotabaru

Operasi Yustisi penegakan sanksi terhadap pelanggar protokol kesehatan Covid-19 dimulai pada 14 September 2020 terus dijalankan di kabupaten Kotabaru.

banjarmasinpost.co.id/Helriansyah
Terjaring tak pakai masker dihukum push up 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Operasi Yustisi penegakan sanksi terhadap pelanggar protokol kesehatan Covid-19 dimulai pada 14 September 2020 terus diintensifkan.

Hari ini operasi dilakukan di jalan Pangeran Indra Keseuma, Siringlaut, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan.

Operasi yustisi gabungan unsur Polres, TNI AL/AD, Satpol PP serta Dinas Perhubungan masih ada menemukan beberapa warga tidak mematuhi prokolo covid. Mereka mayoritas pengendara roda empat dan dua.

Tak ayal, operasi yustisi dipimpin Kasat Lantas AKP Lendra Ambarsari SIK, memberikan sanksi kepada pelanggar terjaring. Warga tidak disiplin, selain diberi sanksi pushup. Namun diberikan sanksi sosial, menyanyikan pancasila.

Pimpinan Daerah DMI Tabalong Kalsel Dilantik, Bupati Sampaikan Pesan ini

Bertambah 1 Orang, Kesembuhan Pasien Covid- 19 Batola tercatat 481 Orang

Purnatugas Pengamanan di Papua, 100 Personel Satbrimob Polda Kalteng Dirapid Tes Kembali ke Kalteng

Setiap pelanggar juga disanksi membaca dengan nada keras tulisan di benner mini yang dikalungkan di leher. Di antara benner bertuliskan 'Orang Kepala Batu. Saya Tidak Pakai Masker,'.

Suryandi seorang pengendara mengatakan, sangat mengapresiasi operasi penindakan protokol covid dilakukan aparat gabungan TNI/Polri, Satpol PP dan Dinas Perhubungan.

"Saya rasa ini sesuatu tindakan yang bagus. Karena masyarakat khususnya Kotabaru kadang ada yang tidak pakai masker," ujarnya setelah melaksanakan sanksi pushup diberikan petugas kepada banjarmasinpost.co.id.

Senada diungkapkan Wahyu. Sopir angkot ini juga mengapresiasi tindakan dilakukan petugas. "Sebenarnya ada pembagian masker, tapi pas hari ini tidak bawa," kata Wahyu yang mendapat sanksi melafalkan pancasila.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Kotabaru AKP Lendra Ambarsari SIK mengatakan, operasi yustisi berjalan dari 14 Sepmber lalu.

Menurut Lendra, operasi sebatas pemberian sanksi fisik seperti pushup. Selain diberikan masker bagi pelanggar tidak mempunyai.

"Dari kemarin-kemarin memang masih banyak yang tidak menggunakan masker. Tapi efek operasi ini, sudah banyak yang pakai masker. Apalagi ketika lihat petugas gabungan, mereka langsung pakai masker," terang Lendra.

Lendra berharap kedepannya masyarakat Kotabaru bisa sadar, karena masker selain menjaga kesehatan diri sendiri. Tapi juga kesehatan orang lain.

(banjarmasinpost.co.id/Helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved