Breaking News:

Berita Tanahlaut

DKPP Kabupaten Tala Akan Tambah Kuota Solar Murah untuk Nelayan

DKPP Kabupaten Tala, Kalsel, akan mengajukan agar tahun 2021 kuota solar dari semula 120.000 liter menjadi 240.000 liter per bulan.

BANJARMASINPOST.CO.ID/ROY
Nelayan Kabupaten Tanahlaut (Tala), Provinsi Kalimantan Selatan, antusias mengambil solar murah yang disalurkan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) bekerja sama dengan Pertamina. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Animo nelayan di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), cukup tinggi terhadap penyaluran bahan bakar minyak (BBM) solar subsidi.

Mereka berharap pendistribusiannya lancar. Lebih dari itu juga diharapkan dapat diperbanyak lagi volumenya agar kebutuhan BBM untuk melaut kian mudah terpenuhi.

"Saya pikir sama ya kalau bicara harapan. Tentu maunya ditambah terus jatah untuk kami solar khusus untuk nelayan ini. Sangat bermanfaat, sangat membantu," ucap Madi, nelayan di wilayah Kecamatan Takisung, Rabu (16/9/2020).

Data pada Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Tala kuota yang saat ini berjalan yakni 120.000 liter. Ada tujuh desa yang telah ada sub penyalurnya.

Tala Gencarkan Vaksinasi Pelajar, Begini Sasaran dan Targetnya

Kisah Misteri di Gunung Birah Tala, Ada Pengusaha Gaib Beli Mobil Mewah di Banjarmasin

Satwa Langka di Gunung Birah Tala ini Kadang Masih Terlihat, ini Jumlah Populasinya

VIDEO Mengulik Klenik dan Sejarah Gunung Birah Tanahlaut Kalsel

Kepala DKPP Kabupaten Tala, Rizayadi, mengatakan, saat ini memang tidak semua nelayan mengambil jatah solar murah itu.

Hal ini, mengingat sekarang angin di lautan masih kencang di beberapa wilayah, sehingga ada nelayan yang belum bisa berlayar.

Diakuinya berdasar hitungan, kuota sebenarnya belum sesuai dengan keperluan nelayan. Pihaknya akan mengajukan agar tahun 2021 kuota solar menjadi 240.000 liter per bulan.

Rizayadi mengingatkan para sub penyalur solar agar selalu menjaga amanah dalam menjalankan tugasnya.

"Kepada penyalur, jangan coba-coba menaikkan harga yang sudah ditetapkan di dalam Peraturan Bupati. Kedua, dengan kuota yang ada jangan coba-coba diselewengkan," pesannya.

(Banjarmasinpost.co.id/Roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved