Breaking News:

Pilkada Kalsel 2020

Jelang Pilkada Kalsel 2020, Juriat Ingatkan Paslon Tidak Berpolitik di Makam Habib Basirih

Juriat dariHabib Basirih pun mengingatkan semua bapaslon untuk berpolitik di lingkungan makam

Penulis: Frans Rumbon
Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/frans rumbon
Para Juriat dari Habib Basirih beserta tokoh masyarakat. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Jelang pelaksanaan Pilkada, tempat wisata religi kerap menjadi sasaran untuk masing-masing calon untuk menarik simpati masyarakat.

Hal ini dikhawatirkan terjadi pada Pilkada Kalsel 2020 maupun Pilkada Banjarmasin yang akan dilaksanakan 9 Desember 2020.

Terkait dengan hal ini, juriat dari Habib Hamid bin Abbas Bahasyim atau yang lebih dikenal juga dengan Habib Basirih pun mengingatkan semua bapaslon, baik yang akan bertarung di Pilkada Kalsel maupun Pilkada Banjarmasin 2020 untuk tidak membawa embel-embel politik di lingkungan makam atau kubah Habib Basirih.

Seperti diketahui kawasan makam Habib Basirih telah ditetapkan sebagai salah satu cagar budaya dan juga wisata religi di Banjarmasin.

Ribuan Jamaah Padati Haul Habib Basirih, Wali Kota Banjarmasin Minta Jemaah Bergembira

Pilkada Banjarbaru 2020, Aditya Optimis Bisa Lalui Verifikasi Syarat Calon

Pilkada Kalsel 2020, Pemilih di DPS Pilgub Kalsel Menyusut 81 Ribu Lebih

"Datu kami milik sejuta umat, dan tidak boleh ada unsur politisasi di kawasan ini," ujar H Abdul Mun'iem selaku buyut dari Habib Hamid bin Abbas Bahasyim (Habib Basirih).

H Abdul Mun'iem mengatakan juga bahwa keturunan atau juriat Habib Basirih pun sudah membuat keputusan bersama terkait keinginan area makam bersih dari nuansa politik.

"Kami juriat Habib Hamid bin Abbas Bahasyim atau Habib Basirih dan juga tokoh masyarakat sudah membuat surat pernyataan dan juga kami layangkan ke Bawaslu," jelasnya.

Tidak kalah penting, dia juga mengingatkan bapaslon pun untuk tidak memasang alat peraga kampanye di lingkungan kubah Habib Basirih.

"Karena di kawasan ini, selain sudah dijadikan sebagai cagar budaya juga terdapat tempat ibadah serta sekolah. Kalau kami temukan ada yang memasang alat peraga kampanye akan kami laporkan ke Bawaslu. Dan kami juga ingin menjaga netralitas kawasan ini," jelasnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved