Breaking News:

Berita Banjarmasin

Kapolda Kalsel : Turunkan Tim Telisik Distribusi Elpiji 3 Kg

Naiknya harga LPG tiga kilogram atau melon di pasaran saat ini hingga jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) dan pernah mencapai Rp40 ribu mendapat

irfani rahman
Kapolda Irjen Pol Nico Afinta didampingi Wakapolda Brigjen Pol Mohamad Agung Budijono, serta Direktur Reserse dan Kriminal Khusus Kombes Pol Masrur 

BANJARMASINPOST.CO.ID,BANJARMASIN - Naiknya harga LPG tiga kilogram atau melon di pasaran saat ini hingga jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) dan pernah mencapai Rp 40 ribu mendapatkan perhatian dari jajaran Kepolisian Daerah Polda Kalimantan Selatan.

Bahkan Kapolda Irjen Pol Nico Afinta berjanji menurunkan tim dari anggota Kriminal Khusus Polda Kalimantan Selatan dan Polres jajaran untuk menelisik masalah distribusi LPG Tiga Kilogram atau melon ini.

Kapolda yang didampingi Wakapolda Brigjen Pol Mohamad Agung Budijono, serta Direktur Reserse dan Kriminal Khusus Kombes Pol Masrur usai pelepasan bantuan sembako ke masyarakat terdampak, Kamis (17/9/2020) , mengatakan untuk masalah LPG imi pihaknya tentunya akan berkoordinasi dengan Pertamina ,

"Kita tentunya akan berkoodinasi dengan Pertamina tentang jumlah yang didistribuskan apakah sebanding dengan kebutuhan masyarakat disini. Kalau distribusi sudah lancar dan sesuai kami akan cek apakah distribusinya terhambat atau mungkin ada beberapa oknum menimbun sehingga ini jadi perhatian kita," papar Kapolda.

Karena hal itu merupakan tugas kepolisian dan Pertamina dimana Pertamina menjamin ketersedian LPG dan kepolisian melihat dan cari apa kah ada informasi terkait penyimpangan distribusi tersebut yang dilakukan oleh oknum-oknum dengan cara menimbun hingga mendapatkan keuntungan.

Polda Kalsel dan Jajaran Salurkan Ribuan Paket Sembako serta Masker ke Warga Terdampak Covid

VIDEO Penyidik Ditnarkoba Polda Kalsel Kirim Berkas 300 Kilogram Sabu ke Jaksa

Apakah ada Satgas atau tim nantinya ? Jendral bintang dua ini mengatakan bahwa mereka akan turunkan tim yakni dari jajaran Kriminal Khusus dan Polres yang akan akan mengecek dimana letak distribusi ini terhambat ataukah disimpan.

"Karena kami lihat dari beberapa laporan sebelumnya masuk hal-hal ini, bisa lihat dan dugaan itu dan harus ada alat bukti cukup hingga bisa diproses," papar Nico.(banjarmasinpost.co.id/irfani rahman)

Penulis: Irfani Rahman
Editor: M.Risman Noor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved