Breaking News:

Berita Banjarbaru

Kelangkaan LPG 3 Kg, Pemprov Kalsel Akan Pastikan Distribusi ke Pangkalan

Pemprov Kalsel dipimpin Plh Sekda menggelar pertemuan membahas kelangkaan LPG 3 kg di tengah masyarakat.

BANJARMASINPOST.CO.ID/NURHOLIS HUDA
Pelaksana harian (Plh) Sekretaris Daerah Kalimantan Selatan, Roy Rizali Anwar. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Menyikapi kelangkaan LPG 3 kg, Pemerintah Provini Kalimantan Selatan melakukan pertemuan, Rabu (16/9/2020). 

Dipimpin Plh Sekda, Roy Rizali Anwar, pertemuan melibatkan Kepala Dinas ESDM Kelik Isharwato, Kepala Biro Ekonomi Ina Yuliana, Kadis Perdagangan Birhasani, Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Zukifli dan yang terkait lainnya.

Dalam pertemuan disebutkan bahwa Pemprov Kalsel sudah komunikasi dengan Pertamina, bahkan di daerah sudah ada yang melakukan operasi pasar guna mengatasi LPG 3 kg.

"Barangnya susah dicari. Kalau ada pun, harganya mahal. Informasi yang didapat dari rapat dengan Pertamina,  distribusinya melebihi yang biasa," kata Roy Rizali Anwar.

Bahkan, kata lelaki yang juga Kadis PUPR Kalsel ini, kuota bulan ini informasinya dari Pertamina akan ditambah 3,5 persen dari kuota biasanya.

Warga Banjarbaru Ini Keluhkan Harga Elpiji 3 Kg Melambung Rp 45 Ribu

Epiji Subsidi Susah Didapat, Warga Banjarmasi Ini Terpaksa Pakai Minyak Tanah

VIDEO Penjelasan Pertamina Mengenai Distribusi Elpiji 3 Kg ke DPRD Kalsel

DPRD Kalsel Minta Pertamina Pangkas Disparitas Harga Elpiji Subsidi dan Non Subsidi

Pertamina Sebut Kuota Elpiji 3 Kg Melebihi Keperluan Warga Miskin di Kalsel

Menurut Roy, fenomena kelangkaan hingga harga naiknya LPG 3 kg ini juga ada dampak dari pandemi Covid-19.

"Perlu kita ingat adalah dampak Covid-19 berakibat ada penambahan masyarakat miskin yang berhak memperoleh, " tandas Roy Rizali Anwar.

Tetapi, sambung Roy--sapaanya--akan coba pastikan lagi bahwa penerima manfaat dari LPG 3 kg ini benar-benar yang berhak masyarakat miskin kemudian juga terdistribusi kepada UMKM yang benar memerlukan.

"Kami pastikan juga evaluasi data-data terkait kuota yang disampaikan atau distribusi yang disampaikan ke pangkalan sudah sesuai dengan jumlah yang diperlukan. Apakah mungkin ada kekurangan di pangkalan, sedangkan di pangkalan lain malah lebih," sebut Roy.

Halaman
12
Penulis: Nurholis Huda
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved