Breaking News:

Berita Banjar

Peduli Kejadian Orang Tenggelam Selagi Berwisata, Begini Harapan dan Saran Wakil Ketua FAJI Kalsel

Wakil Ketua Federasi Arung Jeram Indonesia ( FAJI) Kalimantan Selatan, Bandi Chairullah mengatakan, sebagai penggiat wisata petualangan tirta.

DOK BANDI CHAIRULLAH
Wakil Ketua FAJI Kalsel, Bandi Chairullah bersama dengan para relawan saat menyusuri Waduk Riam Kanan, Aranio, Banjar, Kalsel dalam pencarian korban tenggelam. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Wakil Ketua Federasi Arung Jeram Indonesia ( FAJI) Kalimantan Selatan, Bandi Chairullah mengatakan, sebagai penggiat wisata petualangan tirta, kejadian tenggelam atau tercebur seperti baru-baru ini masih sering terjadi setiap tahun.

Hal ini tentunya adalah evaluasi yang terus menerus, tetapi tidak ada tindak lanjutnya, sebab masih terlihat konsep pelayanan wisata tirta masih belum tertata dengan baik.

Pelayanan safety code atau pelayaanan keamanan untuk pengunjung wisata tirta di sungai seperti pelanpung masih belum ada.

"Padahal perlengkapan safetycode seperti pelampung adalah salah satu standarisasi pabila terjadi incident yang tidak di inginkan," kata Bandi kepada banjarmasinpost.co.id.

Dengan penggunaan safety cord diharapkan bisa menimalisir kejadian yang berisiko tinggi. Tentunya diharapkan tidak ada lagi incident seperti yang terjadi baru-baru ini.

Seperti diketahui, warga Jalan Caraka Raya, Landasan Ulin Utara, Liang Anggang atas nama Muhammad Margotomy (30) tenggelam di Waduk Riam Kanan, Aranio, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan saat hendak ziarah ke kubah yang berada di Desa Rantau Balai, Aranio bersama dengan rombongan Majelis Taklim Ushulludin Pimpinan Guru Juhran, Tambak Hanyar, Martapura, Senin 14 September 2020.

Pencarian Korban Tenggelam di Waduk, FAJI dan Mapala Ikut Terlibat

Korban Tenggelam di Waduk Riam Kanan Kalsel Ditemukan

Dan korban baru diketemukan Rabu 16 September 2020 pukul 18.45 wita dalam kondisi tubuh membengkak dan meninggal dunia.

Bandi menilai berdasarkan pandangannnya sebagai pegiat wisata petualangan tirta dan Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kalimantan Selatan mengkritik bagi pengambil kebijakan seperti aparat daerah maupun pengelola angkutan perahu untuk bisa memberikan pelayanan keamanan tersebut.

Ini tentu saja bisa berdampak besar terhadap wisata susur sungai, sebab bisa membuat orang berpikir seakan-akan susur sungai tidak aman. Bahkan dampak yang bisa terjadi seperti ancaman menipisnya atau berkurangnya pengunjung ke tempat wisata tersebut.

Haruslah secepatnya untuk dibenahi dan tata kelola dengan baik, baik dari segi pelayanan, pengemudi, pengelola perahu dan dinas yang terkait untuk pengembangan wisata kedepannya.

Apalagi semenjak sudah tidak pembatasan sosial berskala besar dan adaptasi new normal. Banyak masyarakat yang menghabiskan waktu seperti akhir pekan untuk berwisata dan terkhususnya wisata pancing kesana.

Saya harap, sebagai pegiat wisata petualangan tirta dan kawan-kawan agar wisata tirta ini bisa dikelola dengan baik, seperti tata kelola parkir. Retribusi parkir ini harus jelas, jangan sampai hal ini memberatkan wisatawan. Dan pihak penyedia kapal juga meyediakan pelampung, memasang pagar di bagian buritan kapal dan menyediakan wadah seperti di toilet.

"Ironisnya menurut Bandi, di toilet hanya disediakan ember yang ditarik dengan tali. Ini jelas tidak aman. Pabila kapal jalannya cepat maka pengunjung yang menggunakannya bisa tertarik karena volume air yang masuk ke dalam ember menambah beban berat," Sambungnya.

Dengan kritikal point ini harapannya bisa untuk segera dibenahi, demi keamanan, keselamatan dan kebaikan bersama kedepannya. (Banjarmasinpost.co.id/Siti Bulkis)

Penulis: Siti Bulkis
Editor: M.Risman Noor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved