Breaking News:

Berita Banjarbaru

Pencarian Korban Tenggelam di Waduk, FAJI dan Mapala Ikut Terlibat

Pengurus dan anggota FAJI bersama mapala perguruan tinggi di Kalsel bersama Basarnas melakukan pencarian korban tenggelam di Waduk Riam Kanan.

BANDI CHAIRULLAH UNTUK BPOST GROUP
Wakil Ketua FAJI Kalsel, Bandi Chairullah, bersama Basarnas saat menyusuri Waduk Riam Kanan mencari korban tenggelam. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA- Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kalimantan Selatan turut serta dalam aksi sosial pencarian korban yang tenggelam di Waduk Riam Kanan, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar.

Wakil Ketua Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kalimantan Selatan, Bandi Chairullah, mengatakan, menanggapi adanya kabar korban tenggelam, ia bersama dengan tim gabungan FAJI Kalimantan Selatan, FAJI Kabupaten Banjar, Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Piranha Banjarbaru, Mahipa STAI Darussalam, Emergency Banjar Response (EBR), Polsek Aranio, Koramil Aranio, Globel Rescue Borneo, Palang Merah Indonesia Kabupaten Banjar, Basarnas dan lainnya turut serta dalam proses pencarian korban tenggelam tersebut.

Sejak Senin (14/9/2020), FAJI Kalsel ikuti proses pencarian korban Muhammad Margotomy (30), warga Jalan Caraka Raya, Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Lianganggang, Kota Banjarbaru, Kalsel, terus dilakukan.

Dengan menggunakan perahu karet beserta dengan perlengkapan rescue yang diperlukan, menyisir lokasi kejadian, serta semak-semak.

Update Covid-19 Banjarbaru: Positif Bertambah 35 Orang, Total 900 Orang

Dapatkan Asimilasi, 25 Warga Binaan Lapas Kelas IIB Banjarbaru Pulang ke Rumah

Tiga Ruangan di RS Idaman Banjarbaru Dibuka untuk Pasien Non Covid-19.

Sanksi Push-up dan Kerja Sosial Diterapkan di Banjarbaru, Bayar Denda Belum

"Aksi sosial kemanusian dalam proses pencarian korban ini, kami lakukan sesuai dengan program kerja dan prosedur yang tertulis dalam Bidang Water Rescue Federasi Arung Jeram Indonesia Kalsel yang berupa aksi penyelamatan di air," kata Bandi Kepada Banjarmasinpost.co.id, Rabu (16/9/2020).

Dalam proses pencarian ini, menggunakan prosedur dan mengikuti standar prosedur operasional yang berlaku.

Dalam aksi sosial ini, Bandi mengaku senang dan bangga terhadap antusiasme dan eksistensi mahasiswa pecinta alam dan lainnya yang turut serta membantu dalam pencarian.

Seperti yang diketahui, Muhammad Margotomy tenggelam di Waduk Riam Kanan, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar. Ketika mencuci tangan di bagian buritan kapal kelotok, korban tidak kunjung kembali ke dalam kapal.

Dalam pencarian, akhirnya korban ditemukan mengapung dalam keadaan meninggal, Rabu (16/9/2020) malam. Kemudian dibawa ke pusksesmas dan setelah itu dibawa ke rumah duka.

(Banjarmasinpost.co.id/Siti Bulkis)

Penulis: Siti Bulkis
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved