Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Pertumbuhan Ekonomi Kalsel Minus, BI dan Stakeholder Dorong Pengembangan UMKM

perekonomian Kalimantan Selatan (Kalsel) di kuartal 2 2020 terhadap kuartal 2 2019 mengalami kontraksi sebesar 2,61 persen (yoy)

banjarmasinpost.co.id/mariana
Webinar Kebijakan Pemerintah dan Perbankan dalam rangka Resiliensi UMKM Menghadapi Pandemi Covid-19, Kamis (17/9/2020). 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Covid-19 memberikan dampak negatif terhadap perekonomian Indonesia.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal 2 2020 terhadap kuartal 2 2019 mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 5,32 persen (yoy).

Ssedangkan perekonomian Kalimantan Selatan (Kalsel) di kuartal 2 2020 terhadap kuartal 2 2019 mengalami kontraksi sebesar 2,61 persen (yoy).

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Kalsel, Amanlison Sembiring menjelaskan, kondisi perbankan di Kalsel posisi 30 Juni 2020, secara umum memadai untuk mendukung pertumbuhan ekonomi melalui pembiayaan kepada pelaku usaha potensial.

Pandemi Covid-19 Hambat Pertumbuhan Ekonomi Kalsel, Turun 2,6 Persen Dibanding Periode Sama 2019

Daftar Negara Maju yang Mulai Miskin, Pertumbuhan Ekonomi Jepang, Amerika dan China Minus

Hal tersebut tercermin dari aset perbankan kuartal 2 2020 sebesar Rp 58,70 triliun, dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 54,91 triliun.

Sementara itu Kredit yang keseluruhan sebesar Rp 50,98 triliun, rasio likuiditas perbankan masih longgar sebesar 92,85 persen, sedangkan rasio NPL perbankan masih terjaga baik 2,80 persen.

"Pada situasi saat ini diperlukan langkah kebijakan penanganan dan pemulihan ekonomi yang diarahkan pada perbaikan sisi konsumsi (demand) dan supply (dunia usaha)," ujarnya dalam webinar Kebijakan Pemerintah dan Perbankan dalam rangka Resiliensi UMKM Menghadapi Pandemi Covid-19, Kamis (17/9/2020).

Dalam mewujudkan upaya tersebut, menurutnya diperlukan sinergi dan koordinasi antara berbagai pihak yang terkait.

Hal ini menjadi salah satu wujud nyata sinergi BI, OJK, Dinas Koperasi dan UKM serta stakeholder lainnya dalam upaya mendukung dan mendorong pertumbuhan sektor riil dengan tetap menjaga stabilitas sektor keuangan di Kalsel.

"Kami sudah sangat menyadari UMKM memiliki peran penting bagi perekonomian Indonesia karena memberikan sumbangan yang signifikan khususnya dalam penyerapan tenaga kerja. UMKM juga dipercaya memiliki ketahanan ekonomi yang tinggi sehingga dapat menjadi penopang bagi perekonomian Kalimantan," urainya.

BI sebagai bank sentral yang merupakan mitra dari pemerintah daerah, berupaya untuk memberikan kontribusi yang terbaik melalui kebijakan pengembangan UMKM dalam meningkatkan akses keuangan UMKM melalui berbagai pelatihan seperti bantuan teknis dan Program Sosial Bank Indonesia.

Ikan Kesukaan Orang Banjar Dorong Inflasi, Bank Indonesia: Pertumbuhan Ekonomi Bisa 4,9 Persen

Sehingga UMKM dapat tumbuh sebagai salah satu kekuatan baru ekonomi nasional dan menjadi UMKM produktif dan inovatif.

"Di tengah perekonomian Indonesia yang terkontraksi di kuartal 2 2020 ini, kegiatan ini diharapkan memberikan informasi kepada UMKM untuk memulihkan usahanya melalui mekanisme pembiayaan, restrukturisasi, suku bunga yang dapat dipergunakan secara maksimal agar dapat melakukan kegiatan usahanya," harapnya. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved