Breaking News:

Berita Kalteng

Satgas PDB Kalteng Perkenalkan Cara Membuat Tanah Subur Tanpa Membakar Lahan kepada Petani

Pemerintah Kalimantan Tengah berupaya menghilangkan kebiasaan petani setempat yang selama ini menggunakan pola membakar lahan untuk menjaga kesuburan

banjarmasinpost.co.id/fathurahman
Petani di Kabupaten Kotim ini tidak lagi membuka lahan dengan cara di bakar karena rawan menyebabkan kebakaran lahan. 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Pemerintah Kalimantan Tengah berupaya menghilangkan kebiasaan petani setempat yang selama ini menggunakan pola membakar lahan untuk menjaga kesuburan tanah.

Pola menyuburkan tanah tanpa membakar pun disosialisasikan kepada petani melalui Satgas PDB.

Wakil Komandan Pos Komando Satuan Tugas Penanganan Darurat Bencana (Satgas PDB) Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan Tengah, H. Darliansjah melalui Satgas Pemadaman Darat, Triwinbert Y. Embang mengungkapkan, Tim Patroli di Kabupaten Pulangpisau dan Kota Palangkaraya mensosialisasikan cara menyuburkan lahan tanpa membakar.

MENUNGGU Dibukanya Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 9, Begini Tips Bisa Lolos Gelombang 9

Sembako Disalurkan kepada 9.425 KK Warga Terdampak Banjir Lamandau dan Katingan Kalteng

Bukti Nisya Akan Tinggalkan Rumah Raffi Ahmad dan Nagita, Kakak Syahnaz Itu Pamer Istana Barunya

Satgas PDB mengedukasi pemilik lahan terutama lahan yang belum dan yang sudah dibersihkan untuk tidak membakar.

Ada pola lain menyuburkan tanah tanpa dibakar untuk dikembangkan petani di Kalteng.

Lahan yang ada dapat diolah dengan cara yang lebih modern, dengan memanfaatkan gulma pakis sebagai pupuk tanah.

“Dengan tetap membiarkan gulma pakis tersebut membusuk dan meresap ke dalam tanah, hal ini dapat meningkatkan kesuburan tanah .pada umumnya tanah yang bervegetasi tanah gambut, alhasil tanah gambut semakin subur,” ujarnya, Kamis (17/8/2020).

Lebih jauh dia mengatakan, pemanfaatan lahan gambut tanpa dibakar juga dapat dilakukan dengan menanam budidaya tanaman pangan jenis sayur- mayur dan buah-buahan terutama tanaman jenis holtikultura yang bernilai ekonomi tinggi .

"Hasilnya tanaman tumbuh subur dan dapat dipanen dengan nilai ekonomi tinggi yang tentunya dapat menambah pendapatan ataupun penghasilan untuk keluarga. Cara ini kami tawarkan bagi petani di Kalteng agar tidak lagi memberihkan lahan dengan cara dibakar,” ujarnya.

banjarmasinpost.co.id / faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved