Breaking News:

Fikrah

Makna Hijrah

Hijrah berasal dari bahasa Arab yang berarti meninggalkan atau migran atau berpindah

istimewa
KH Husin Nafarin LC Ketua MUI Kalsel 

Oleh: KH Husin Nafarin

BANJARMASINPOST.CO.ID - KITA telah memasuki tahun baru Hijriah 1442. Ada yang mempertanyakan mengapa tahun baru hijriah tidak disambut begitu meriah seperti menyambut tahun Masehi. Kepada kita memang tidak diperintahkan menyambut seperti itu, hura-hura menanti pukul 00.00 Wita, menyulut kembang api. Kepada kita disuruh membaca doa akhir dan awal tahun.

Hijrah berasal dari bahasa Arab yang berarti meninggalkan atau migran atau berpindah. Inilah yang terjadi pada diri Rasulullah SAW. Dua orang pelindung beliau yaitu Khadijah dan paman beliau Abu Thalib, meninggal pada bulan yang sama, sepertinya sebagai isyarat kepada Nabi SAW bahwa yang menjadi pelindung beliau bukanlah manusia, tetapi Allah SWT yang tidak pernah diserang oleh kantuk apalagi tidur.

Tiga belas tahun lamanya sudah Nabi SAW menyiarkan Islam di Makkah, tapi sambutan penduduk Makkah kering dan gersang seperti kering dan gersangnya bukit-bukit batu dan padang pasir sahara yang mengelilingi Kota Makkah.

Turunlah Perintah Hijrah

Sebagian umat Islam ada yang datang kepada Rasul SAW dan berkata, “Wahai Rasul , aku tidak bisa berhijrah karena kedua orangtuaku sangat tua. Kalau aku tinggalkan, maka tidak ada yang mengurus keduanya. “ Datang lagi yang lain, “Wahai Rasul aku tIdak bisa berhijrah karena istriku baru melahirkan. Kalau aku tinggalkan tidak ada yang mengurusnya.”

Datang lagi yang lain, “Wahai Rasul aku tidak bisa berhijrah karena barang daganganku baru tiba, kalau aku berhijrah tidak ada yang menjualnya, aku akan merugi.” Datang lagi yang lain, “Wahai Rasul. Aku tidak bisa berhijrah. Rumahku baru dibangun, aku harus menyelesaikan bangunan dulu. “ Datang lagi yang lain, “Wahai Rasul aku tidak bisa berhijrah, aku lagi mengurus saudara-saudaraku yang sakit. Kalau aku berhijrah maka tidak ada yang mengurus mereka.”

Turunlah sepotong atau surah at-Taubah menuntaskan jawaban terhadap mereka yang enggan berhijrah. Qul in kaana aabaa’ukum wa ‘wa ‘abnaaukum, wa ikhwaanukum, wa azwaajukum wa Asyiiratukum wa amwaaluniq taraftum kasaadaha, wa masaakinu tardhaunahaa, ahbba ilaikum minallahi wajihaadin fi sabiilii, fatarbbashu hatta ya’tiyallahu bi amri. (Katakan wahai Muhammad, jika sekiranya anak-anak kamu, saudara-saudara kamu, keluarga kamu, harta kekayaan yang kamu takui kerugiannya dan tempat tinggal yang kamu sayangi adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya, dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik (QS,9 /24).

Hijrah artinya berpindah tempat. Dalam konteks sejarah, hijrah adalah kegiatan perpindahan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW bersama para sahabat beliau dariMakkah ke Madinah, dengan tujuan mempertahankan dan menegakkan risalah Allah, berupa akidah dan syariat Islam. Yasrib sebelah utara Makkah, telah terbentuk masyarakat muslim yang siap menerima kedatangan baginda Rasul dan ummat Islam. Hijrahnya Rasul melalui jalan pintas dipandu oleh seorang musyril Abdullah bin Uraiqit yang setia dengan janjinya, seandainya ia berkhianat dan menginformasikan kepada kaum musyrikin Makkah niscaya hijrah menjadi gagal.

Rasul tiba di Quba kota piggiran Yasrib dan beristirahat beberapa hari disana dan mendirikan masjid yaitu Masjid Quba, pada tanggal 12 Rabi’ul Awwa. Beliau menuju Yasrib yang kemudian dijuluki dengan al-Madinah al-Munawwah. Berebut penduduk Yasrib yang meminta beliau ditampung di rumah mereka, tetapi beliau menolak dengan halus dan berkata dimana untaku berhenti disitulah aku bertempat tinggal. Ternyata unta beliau berhenti di sebidang tanah milik dua anak yatim, yaitu Saha dan Suhail, yang kemudia tanah itu dibeli oleh baginda Rasul. Disitu nantinya dibangun Masjid Nabawi.

Setelah beberapa tahun kemudian, Kota Makkah ditaklukkan. Rasul SAW pun bersabda la hjrata ba’da fathi Makkah, walakinnal-hijrata niyyatun wa jihad. Tidak ada hijrah (dengan berpindah tempat) setelah kota Makkah dibebaskan, tetapi hijrah adalah dalam niat dan jihad, kita sekarang berjihad bukan berpindah tempat, tetapi hijrah dari kehidupan dan pikiran non-islami kepada Islam faaffah, semoga. Disinlah perlunya bagi umat Islam memahami ajaran Islam yang dianutkan dengan benar dan istiqamah melaksanakan ajaran Islam. Semoga demikian. (*)

Editor: Eka Dinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved