Breaking News:

Tajuk

Soliditas Pemahaman

PERNYATAAN menyesakkan dada dilontarkan Wali Kota Bogor Arya Bima, beberapa hari lalu.

BANJARMASINPOST.CO.ID - PERNYATAAN menyesakkan dada dilontarkan Wali Kota Bogor Arya Bima, beberapa hari lalu. Dia menegaskan, berdasar survei, hanya sekitar 15 persen warganya yang percaya bahaya covid-19. Sementara sekitar 50 persen warga mengaku masih bingung covid-19 benar-benar ada atau hanyalah konspirasi.

Temuan di Bogor ini seakan melengkapi hasil survei yang dikemukakan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo dalam rapat dengar pendapat Komisi VIII DPR, awal bulan ini. Dia mengungkapkan temuan yang menyebut ada lima provinsi yang warganya paling tidak percaya terhadap pandemi covid-19. Tragisnya, satu di antara lima provinsi itu adalah Kalsel. Empat lainnya adalah DKI Jakarta, Jatim, Jateng dan Jabar.

Memang, adanya kelompok masyarakat yang tidak “mengakui” bahkan tidak percaya terhadap bahayanya Covid-19, bukanlah hal baru. Tidak sedikit yang menyatakan sikap tersebut, termasuk beberapa public figure dan tokoh masyarakat.

Akan tetapi, temuan yang diungkapkan Arya Bima dan Dono Monardo tetaplah menyesakkan dada. Sudah ribuan orang meninggal setelah dinyatakan positif terkena Covid-19. Bahkan ratusan dokter dan tenaga kesehatan juga gugur saat menjalankan tugas menangani pasien akibat pandemi yang menyerang dunia tersebut.

Tragisnya lagi, perselisihan kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan pandemi, kerap pula dipertontonkan ke publik.Masyarakat tentu bingung melihat kondisi tersebut. Bahkan, sangat mungkin mereka akan tergiring oleh ketidakpercayaan bahwa covid-19 itu nyata ada dan berbahaya. Mereka bisa pula menilai, aura krisis sengaja diciptakan.

Di sinilah perlu adanya soliditas pemahaman dan kesamaan bersikap bahwa Covid-19 adalah bahaya besar di depan mata yang harus segera disingkirkan berbarengan dalam tindakan dan pernyataan (kebijakan). Sanksi harus benar-benar ditegakkan. Diberlakukan untuk siapapun, bukan hanya masyarakat, tetapi juga para elite, tokoh masyarakat, dan pemegang kebijakan. Tanpa soliditas pemahaman dan satu tekad bersama melawan covid-19, rasanya harapan pandemi segera punah di negara ini, akan sulit tercapai. (*)

Editor: Eka Dinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved