Breaking News:

Opini Publik

WCD Menuju Lingkungan Sehat

Peringatan WCD yang biasa dilaksanakan setiap hari Sabtu minggu ke tiga, tahun ini merupakan peringatan yang ke tiga

Oleh : Edi Siswanto Spd MPd, Pegiat Literasi Barito Kuala

BANJARMASINPOST.CO.ID - PERINGATAN World Cleanup Day (WCD) tahun ini jatuh tanggal 19 September 2020. Peringatan WCD yang biasa dilaksanakan setiap hari Sabtu minggu ke tiga, tahun ini merupakan peringatan yang ke tiga setelah sebelumnya diawali pada tanggal 15 September 2018 dimana dalam laporanya telah mampu memobilisasi 18 juta orang diseluruh dunia meskipun gagal dari terget semula yaitu melibatkan 5% populasi dunia (atau sekitar 380 juta orang).

Acara tahunan ini merupakan hari pembersihan dunia yang biasa dirayakan dengan kegiatan pembersihan sampah dan pemetaan sampah di setiap zona waktu. Acara yang dikoordinasikan oleh organisasi Estonia Let’s Do It! Hari Pembersihan Dunia ini diadakan di hampir setiap negara hingga berakhir di dekat garis tanggal internasional di Hawaii dan Samoa Amerika.

Hari Pembersihan Dunia bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang krisis sampah yang salah kelola dengan memobilisasi semua lapisan masyarakat untuk berpartisipasi dalam aksi pembersihan. Hal ini sangat penting untuk dikampanyekan secara masif mengingat krisis sampah terutama di negara berkembang masih perlu penanganan serius. Sebagaimana data Bank Dunia menyebutkan lebih dari 50 % sampah plastik berasal dari negara-negara berkembang di kawasan Asia timur yaitu China, Indonesia, Vietnam, Filipina, dan Thailand.

Menurut siaran Pers Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bahwa setiap tahunnya kota-kota di dunia menghasilkan sampah hingga 1,3 miliar ton. Bahkan Bank Dunia memperkirakan pada tahun 2025 jumlah ini bertambah hingga 2,2 miliar ton. Indonesia sekarang menduduki peringkat ke 2 dunia sebagai penghasil sampah plastik setelah Tiongkok.

WCD merupakan momentum untuk membangun kesadaran penduduk dunia akan pentingya mengelola sampah dengan arif dan bijaksana. Untuk mewujudkan itu diperlukan menejemen pengelolaan sampah yang baik. Sedangkan manajemen pengelolaan sampah itu merupakan sebuah proses untuk mengatur sirkulasi sampah dari sampah rumah tangga untuk dikelola melalui mekanisme yang benar.

Didalam manajemen pengelolaan sampah dikenal dengan istilah 3R dan berbasis masyarakat secara terpadu dengan melaksanakan pengelolaan dari sumber sampah. Adapun 3R adalah upaya yang meliputi kegiatan mengurangi (reduce), menggunakan kembali (reuse) dan mendaur ulang sampah (recycle). Pendekatan ini menjadi standar baku dalam penggelolaan sampah yang tentunya harus menjadi standar prosedur masyarakat dalam mengelola sampah.

Namun perlu disadari bahwa dalam mengatasi permasalahan sampah tidak cukup dengan pendekatan teknis sebagaimana pendekatan 3R, lebih dari itu diperlukan sebuah paradigma yang berbeda dari kebiasaan sebelumnya yang bersifat mendasar. Pendekatan teknis akan bisa terlaksana dengan baik apabila antara negara dan masyarakat ada kesamaan cara pandangan dan semangat yang sama bahwa pengelolaan sampah merupakan upaya preventif dalam menjaga kesehatan lingkungan.

Belajar dari dari negara-negara eropa dalam mengelola sampah sehingga sekarang mampu mewujudkan lingkungan yang bersih dan bebas sampah, hal ini tidak lepas dari pengalaman masa kelam bangsa tersebut di masa abad 9 sampai 10, dimana kondisi kota-kota mereka yang kotor dan kumuh hingga menyebabkan wabah penyakit lepra di kota mereka. Hal ini lebih disebabkan masyarakat eropa kala itu belum mengenal sistem pengelolaan sampah yang baik ditambah kebiasaan masyarakatnya kala itu terbiasa menaruh sampah dapur di depan rumah-rumah mereka. Kondisi ini menjadikan bangsa eropa terus instrospeksi dan belajar membenahi diri hingga bisa keluar dari masa-masa kelam tersebut. Bangsa eropa telah menemukan cara pandang baru tentang pentingnya mengelola sampah dan terus melakukan edukasi masyarakat hingga kemudian mampu menjelma menjadi budaya dan karakter baru masyarakat yang serius dalam mengelola sampah.

Untuk mewujudkan hal tersebut penting kiranya pemerintah melakukan edukasi secara terus menerus sekaligus berupaya semaksimal mungkin meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat sehingga masyarakat mampu menyediakan sarana minimal seperti tempat sampah yang memenuhi standar 3 R.

Halaman
12
Editor: Eka Dinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved