Breaking News:

Tajuk

Kampanye Aman

PESTA demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak kembali digelar tahun 2020.

BANJARMASINPOST.CO.ID - PESTA demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak kembali digelar tahun 2020. Ini merupakan pesta demokrasi serentak yang ketiga kalinya digelar. Pelaksanaan Pilkada serentak 2020 ini, diikuti daerah-daerah yang masa jabatan kepala daeranya berakhir di tahun 2021.

Total daerah yang akan melaksanakan pemilihan kepala daerah serentak tahun 2020 sebanyak 270 daerah dengan rincian 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota. Pelaksanaan Pilkada serentak 2020, pastinya berbeda dengan tahun sebelumnya. Pilkada kali ini, berlangsung di tengah pandemi Covid-19.

Presiden Joko Widodo, melalui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2020 menggeser waktu Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ke Desember 2020. Penggeseran ini, menyikapi masih merebaknya Covid-19.

Namun, melihat perkembangan saat ini Pandemi Covid-19 belum juga mereda. Begitu pula di Kalimantan Selatan. Hingga kemarin, Minggu (20/9/2020) masih terjadi penambahan paparan covid-19 di daerah ini yakni sebanyak 87 kasus. Total kasus positif Covid-19 di Kalsel hingga hari ini sebanyak 9736 orang, sembuh 8.140 orang serta meninggal 402 orang.

Melihat perkembangan Covid-19 saat ini, tentunya pelaksanaan Pilkada serentak di Kalsel membawa kekhawatiran akan munculnya klaster pilkada. Pengerahan massa, pastinya sulit dihindarkan terjadi di sejumlah tahapan-tahapan pilkada. Terlebih, memasuki massa kampanye. Setiap paslon, akan memanfaatkan kesempatan ini untuk meraih simpati warga melalui program-program yang ditawarkan dengan mengumpulkan massa sebanyak-banyaknya.

Mencegah gelombang serangan Covid-19 di Kalsel, perlu ketegasan KPU, Bawaslu termasuk jajaran Gugus Tugas Covid-19 untuk mencegah berkumpulnya massa di setiap tahapan pilkada terutama di masa kampanye. Karena, akan sangat sulit menerapkan protokol kesehatan ketika massa dalam jumlah besar berkumpul di satu tempat.

Walaupun, konsekuensi pembatasan massa berkumpul ini akan membuat kesempatan paslon untuk bisa menyampaikan program-programnya kepada masyarakat juga menjadi terbatas. Karena itu, Platform digital kini menjadi pilihan teraman untuk berkampanye menyampaikan visi misi setiap pasangan calon ditengah situasi pandemi.

Tentunya, KPU harus lebih luwes memberikan ruang seluas-luasnya kepada setiap paslon untuk bisa memanfaatkan media digital sebagai wadah untuk bersosialisasi kepada masyarakat.
Perlu kesamaan persefsi dan kesadaran semua pihak untuk memastikan pelaksanaan Pilkada serentak 2020 aman dari penyebaran Covid-19 .(*)

Editor: Eka Dinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved