Breaking News:

Tajuk

Strategi Sanksi Pidana

Perintahnya, agar jumlah kasus harian dan angka kematian dapat ditekan, sementara angka kesembuhan ditingkatkan.

BANJARMASINPOST.CO.ID - PRESIDEN Joko Widodo memerintahkan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Kepala BNPB Doni Monardo menurunkan kasus covid-19 di sembilan provinsi dalam waktu dua minggu. Ya, semoga bisa dan berhasil.

Dari sembilan provinsi itu, di antaranya adalah Kalimantan Selatan. Perintahnya, agar jumlah kasus harian dan angka kematian dapat ditekan, sementara angka kesembuhan ditingkatkan.

Ada tiga strategi yang telah disusun, yakni operasi yustisi, peningkatan manajemen perawatan pasien covid-19, dan penanganan spesifik klaster-klaster penularan di tiap provinsi. Operasi yustisi dinilai perlu diterapkan untuk menindak para pelanggar yang tidak patuh pada protokol kesehatan.

Bicara soal operasi yustisi, Kapolda Kalsel Irjen Pol Nico Afinta didampingi Wakapolda Brigjen Mohamad Agung Budijono melepas Tim Penegak Disiplin Kesehatan (Pedas). Harap diingat bagi pelanggar protokol kesehatan ada saksi sosial, denda hingga sanksi pidana.

Sanksi pidana? Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menjelaskan operasi yustisi itu kaitannya dengan penegakan hukum pidana. Sementara menurut UU, Pergub, Perbup, atau Perwali tidak boleh memuat sanksi pidana.

Meski demikian, Mahfud mengatakan, polisi masih bisa menindak para pelanggar dengan merujuk pada UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular. Berdasarkan UU tersebut, polisi dapat menuntut pelanggar dengan ancaman hukuman pidana penjara selama-lamanya satu tahun atau denda setinggi-tingginya Rp1 juta.

Perlu diketahui, tambahan jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia yang terkonfirmasi hingga, Senin (21/9/2020) jadi rekor penambahan kasus konfirmasi positif tertinggi di Indonesia sejak kasus pertama Covid-19 diumumkan Maret 2020 lalu.

Dari situasi ini, mari kita mundur sejenak ke 25 Januari 2020. Kala itu masyarakat dunia masih sibuk menonton mengenai penyebaran virus di Cina. Namun tidak dengan Taiwan dan Australia. Kedua negara ini sudah mendeteksi masuknya Corona di negara mereka.

Sama-sama padat populasi, Taiwan dan Australia menerapkan kontrol ketat di perbatasan. Akan tetapi, sekitar 10 minggu, sebanyak hampir 5.000 orang Australia terjangkit Corona. Sementara Taiwan kurang dari 400. Ya, tak ada salahnya belajar juga dari Taiwan. (*)

Editor: Eka Dinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved