Breaking News:

Kriminalitas Jakarta

Gugurkan 32 Ribu Janin dan Buang ke Septic Tank, Polisi Gerebek Klinik Aborsi Beromzet Rp 10 Miliar

Pernah gugurkan 32 ribu janin hingga beromzet Rp 10 miliar, Polda Metro Jaya gerebek klinik aborsi ilegal di Jakarta Pusat

Budi Sam Law/Wartakota
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. 

Editor : Didik Trio Marsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Penggerebekan klinik aborsi ilegal di Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat dilakukan aparat Polda Metro Jaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, 10 orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Para tersangka ialah pemilik klinik, dokter, dan pelanggan aborsi.

Mereka adalah LA (52), DK (30), NA (30), MM (38), YA (51), RA (52), LL (50), ED (28), SM (62), dan RS (25).

LA merupakan pemilik klinik, DK sebagai dokter, NA sebagai kasir, MM petugas USG, YA dan LL sebagai pembantu dokter.

Aborsi Seorang Diri, Mahasiswi di Palembang Tewas, Polisi Bingung Ada Janin di Popok

Gugurkan 900 Janin, Dokter, Perawat & Tamatan SMP Raih Rp 6 Miliar Jalankan Praktik Aborsi Ilegal

HASIL Carabao Cup 2020, Gol Tammy Abraham & Olivier Giroud Hancurkan Barnsley, Frank Lampard Puas

RA menjaga pintu klinik, ED cleaning service dan penjemput pasien, SM pelayan pasien, dan RS sebagai pasien.

"Kita amankan 10 orang beserta barang bukti seperti alat tabung oksigen, alat untuk USG, sampai beberapa obat kita sita," kata Yusri saat merilis kasus ini, Rabu (23/9/2020).

Menurut Yusri, klinik aborsi ilegal di Jakarta Pusat ini sudah beroperasi sejak 2017.

Sebetulnya, klinik ini berdiri sejak 2002 hingga 2004. Namun ditutup dan kembali buka pada 2017 lalu.

Klinik aborsi ilegal ini buka setiap Senin hingga Sabtu setiap pukul 07.00-13.00.

Halaman
1234
Editor: Didik Triomarsidi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved