Breaking News:

Fikrah

Empat Ibadah Besar Sebelum Tidur

banyak tanda-tanda kebesaran Allah yang bisa dijadikan bahan pelajaran bagi manusia.

istimewa
KH Husin Nafarin LC 

Oleh: KH Husin Naparin

BANJARMASINPOST.CO.ID - MAHA Suci Allah swt yang telah menegaskan bahwa tidur merupakan tanda kekuasaan-Nya sekaligus sebagai suatu keajaiban yang patut kita renungkan. Allah SWT berfirman, “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang sebagai usahamu mencari rezeki sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.” (QS. Ar-Rum: 23)

“Allah swt menjadikan tidur sebagai istirahat bagi kita. Dengan tidur, lelah kita akan hilang dan Allah menjadikan siang hari sebagai waktu untuk mencari rezeki. Sesungguhnya itu merupakan bukti atas kesempurnaan kuasa Allah dan kehendak-Nya bagi kaum yang mendengarkan nasihat dengan pendengaran yang mengandung perenungan, berpikir dan mengambil pelajaran.”

Ternyata ini empat alasannya. Ia menjelaskan, banyak tanda-tanda kebesaran Allah yang bisa dijadikan bahan pelajaran bagi manusia. Dimana salah satunya adalah tidur. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman, “Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir.” (QS. Az-Zumar: 42)

“Ketika ruh tidak dikembalikan maka dipastikan kita akan mati. Jika hal itu terjadi, roh yang berada di genggaman Allah Ta’ala akan masuk ke alam barzakh dan tidak kembali ke alam dunia.”

Rasulullah saw bersabda kepada Aisyah r.a istri beliau dan Fathimah Az Zahra puteri beliau. “Janganlah kamu berdua tidur sebelum melakukan empat perkara, yaitu mengkhatamkan Alquran, kedua memastikan bahwa aku dan para Nabi yang lain memberikan syafaat untukmu, memohon ampun kepada umat beriman baik yang hidup ataupun sudah meninggal, engkau berhaji dan berumrah ke Baitullah.

Barangkali, Aisyah r.a dan Fathimah az Zahra r.s terkejut dan kaget, seraya bertanya, “Wahai Rasul, bagaimana kami bisa melaksanakan amaliyah besar tersebut dalam waktu yang relatif singkat menjelang tidur. Rasulullah saw tersenyum dan menerangkan dengan lembut menyenangkan. Untuk mengkhatamkan Alquran kamu baca surah Al-Ikhlas selengkapnya tiga kali. Untuk menyakinkan aku dan para Nabi yang lain memberimu syafaat di hari kiamat dengan bersalawat kepadaku dan para Nabi yang lain tiga kali, allahumma shalli ala MUahammadi wa ala jami’il-anbiya-i wal mursalin, engkau mohon ampun kepada ummat beriman laki-laki dan perempuan baik yang hidup atau yang sudah meninggal dengan memohonkan ampun untuk mereka, allahummagfiri li wali walidaya walijlmukmimia a walmukminat al ahya’i minhum wal’amwal innaka anttattawwaaburrahim, dan engkau berhaji dan berumrah ke Makkah dengan bertasbih selengkpanya tujuh kali, subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaha illallaah waallahu akbar walaa haula walaaaquwwata ilaaabillaah. Minimal tujuh kali.

Dalam keterangan kali yang lain Rasulullah menyuruh kita sebelum tidur agar membaca Ayat Kursi agar tidak diganggu setan serta membaca bismilillah 21 kali. Dan apabila bermimpi buruk maka hendaklah meludah ke sebelah kiri tanpa air ludah dan sebaiknya berwudu, insya Allah mimpi itu tidak memudaratkan kita. Apabila susah tidur, maka bacalah doa Allahumma inni a’uzdub billahi min iqaaabihi wa min hamazaatisy-syaathiin wa an yahdhurun. Artinya ya Allah aku berlindung kepada Engkau dari azdab Engkau, dan dari syetan serta kehadiran mereka.

Seorang muslim seyogianya tidur dalam keadaan berwudu dan hal ini hendaklah kita biasakan kepada anak-anak kita untuk tidur dalam keadaan berwudu dan tertutup aurat. Terlarang tidur dua pria sejenis atau dua perempuan sejenis tidur dalam satu selimut, jika memungkinkan hendaklah pisah ranjang atau pisah kamar. Ini sangat perlu pula untuk dilakukan di Pondok Pesantren untuk mencegah homoseks dan lesbian. (*)

Editor: Eka Dinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved