Breaking News:

Lifestyle

Pilih Beli Buku Orisinil, Mahasiswa ULM Ini Sebut Buku Reflika Tidak Beri Apapun ke Penulis

Ria Marzella mahasisw Fisip ULM ini memilih membeli buku orisinil walaupun lebih mahal. Karena buku reflika tidak sedikitpun memberi ke penulis

istimewa
Ria Marzella Mahasiswi Fisip ULM memilih membeli buku orisinil meski mahal. Alasannya, buku reflika tidak memberi sedikitpun ke penulis. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID - Ria Marzella, tidak akan membeli buku baru jika bahan bacaan yang sudah ada belum selesai dibaca.

Hal ini ia terapkan semata-mata sebagai motivasi agar rutin membaca dan menyelesaikan bahan bacaan dengan sempurna dan juga untuk mengantisipasi buku-buku yang terbeli namun tidak terbaca dan akhirnya hanya menjadi berdebu di etalase kamar.

"Jadi, jika ingin menambah ragam pengetahuan yang lain, saya harus menyelesaikan buku yang ada dengan baik. Terkecuali dalam konteks tertentu yaitu buku-buku mata kuliah yang diharuskan membeli sebagai referensi utama penunjang kegiatan perkuliahan,”ujar mahasiswa S1 Ilmu Administrasi Bisnis-ULM ini.

Sebelum membeli buku, dara kelahiran Binawara 30 September 1999, tidak hanya tertarik pada rating dari buku tersebut misal masuk kategori bestseller atau tidak, ini juga penting untuk menimbang kualitas buku dari segi minat.

Diajak Kunjungi Perpustakaan Palnam Banjarmasin, Anak Panti Asuhan Budi Mulia Betah Baca Buku

Talk Show Virtual Nikmatnya Membaca Buku Bersama Najwa Shihab

Baca Buku Ini, Mahasiswi FKIP ULM Ini Termotivasi Berani Keluar dari Zona Nyaman

Ria juga punya pertimbangan lain yaitu cek-ricek biografi penulis. Sebab kebanyakan buku personal development yang ia baca itu terjemahan penulis dari luar negeri, kebanyakan Amerika Serikat (New York Times).

Ia harus tahu latar belakang penulis tersebut untuk mentaksir kira-kira seperti apa tulisan yang akan dituangkan, sebab ia takut jika salah memilih buku bacaan, ia malah terperangkap dalam doktrin barat yang bertentangan dengan nilai-nilai agama. Jadi menurutnya ini sangat penting.

Kebiasaan belanja buku, tergantung budget yang dimiliki. Apalagi ia masih kuliah dan tinggal di kost, segala bentuk pengeluaran sangat dipertimbangkan.

Sejauh ini ia membelanjakan uang hadiah perlombaan menulis esai/karya tulis ilmiah atau keuntungan dari penjualan di Online Shop pribadi.

Hal itu seolah menjadi kebiasaannya untuk selalu membelanjakan uang dalam bentuk buku selain ditabung.

Halaman
12
Penulis: Salmah
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved