Breaking News:

Berita Ekonomi dan Bisnis

Per September 2020, Satgas Waspada Investasi Amankan 126 Pinjol Ilegal

Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menemukan 126 fintech peer to peer lending atau pinjaman online (pinjol) ilegal.

Penulis: Mariana | Editor: M.Risman Noor
KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARI
Penggerebekan kantor pinjaman online ilegal di Mall Pluit Village, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (23/12/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menemukan 126 fintech peer to peer lending atau pinjaman online (pinjol) ilegal, serta 32 entitas investasi dan 50 perusahaan gadai tanpa izin. 

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam Lumban Tobing mengatakan, tawaran dari fintech lending ilegal dan investasi tanpa izin masih banyak bermunculan di masyarakat dan mengincar kalangan yang pendapatannya terdampak pandemi Covid-19.

"Kami masih menemukan penawaran fintech lending atau pinjol ilegal dan investasi tanpa izin yang sengaja memanfaatkan kesulitan keuangan sebagian masyarakat di masa pandemi ini. Fintech lending dan tawaran investasi ilegal ini hanya bikin rugi dan bukanlah solusi bagi masyarakat," kata Tongam melalui siaran pers kepada Banjarmasinpost.co.id.

Menurutnya, pinjaman dari fintech lending ilegal selalu mengenakan bunga yang tinggi dan jangka waktu pinjaman pendek serta meminta semua akses data kontak di ponsel, yang digunakan untuk mengintimidasi saat penagihan.

Inovasi Bisnis Laundry, Progres Penyelesaian dan Pembayaran Berbasis Digital

HIPMI Balangan Diharapkan Mampu Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

"Adapun total fintech ilegal yang telah ditangani Satgas Waspada Investasi untuk ditutup sejak 2018 sampai dengan September 2020 mencapai 2.840 entitas," paparnya.

Dari 32 entitas yang diciduk diantaranya melakukan kegiatan dua Perdagangan Berjangka atau forex ilegal, tiga penjualan langsung (Direct Selling) ilegal, dua investasi cryptocurrency ilegal, dan 25 lainnya.

Salah satu entitas yang diminta ditutup adalah aplikasi Alimama Indonesia (almm.qdhtml.net) yang belakangan ramai diberitakan karena diduga melakukan penipuan dengan modus penghimpunan dana untuk mendapatkan bonus belanja.

Satgas Waspada Investasi meminta kepada masyarakat untuk tidak bertransaksi dengan usaha gadai swasta yang ilegal dan jika ingin melakukan transaksi dengan kegiatan usaha gadai agar dapat menggunakan usaha gadai yang terdaftar di OJK.

Informasi mengenai daftar perusahaan yang tidak memiliki izin dari otoritas berwenang dapat diakses melalui Investor Alert Portal pada www.sikapiuangmu.ojk.go.id. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved