Berita Tanahlaut

Peternak Sapi Kabupaten Tanahlaut Diminta Perhatikan Nutrisi Sapi Indukan untuk Penggemukan

Para peternak sapi di Kabupaten Tanahlaut antusias berdatangan ke titik kumpul pelayanan terpadu kesehatan hewan yang dikelola Disnak Keswan Tala

Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Syaiful Akhyar
Ferry Kusmana untuk banjarmasinpost.co.id
Kalangan warga di Kecamatan Bajuin antusias memerisakan ternak sapinya di lokasi pelayanan, beberapa hari lalu. 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Para peternak sapi di Kabupaten Tanahlaut antusias berdatangan ke titik kumpul pelayanan terpadu kesehatan hewan yang dikelola oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Tala.

Mereka semangat membawa ternak sapi masing-masing. Pada tiap lokasi pelayanan, jumlah total sapi yang ditangani umumnya di atas seratus ekor.

Seperti pada kegiatan pelayanan perbibitan, kesehatan hewan dan pemeriksaan kebuntingan, Kamis kemarin di Desa Ketapang, Sungaibakar, dan Desa Bajuin, Kecamatan Bajuin.

Beras Bantuan Sosial Ternyata Bercampur Biji Plastik, Warga 3 Desa di Kabupaten Cianjur Geger

Diduga Dendam, Warga Pelaihari Ini Nekat Masukkan Racun Herbisida ke Tandon Tetangganya

Pikada Kalsel 2020 - Sahbirin Rp 1 Miliar, Denny Rp 10 Juta, KPU Terima Laporan Awal Dana Kampanye

Kabid Perbibitan, Produksi, dan Pakan, Disnak Keswan Tala, Ferry Kusmana, menuturkan wilayah Kecamatan Bajuin sangat potensial untuk pengembangan ternak sapi.

Para peternak setempat juga telah memahami peluang keuntungan jika berternak sapi.

Mereka menerapkan pola penggembalaan di sela tanaman sawit ataupun padang rumput untuk jenis sapi Bali dan jenis sapi Peranakan Ongole (PO).

"Sedangkan yang dipelihara dalam kandang intensif dengan menyediakan pakan bernutrisi tinggi untuk penggemukan kebanyakan, jenis sapi Limousine dan Simmental," sebutnya, Minggu (27/9/2020).

Melalui kegiatan pelayanan terpadu kesehatan hewan, sebut Ferry, pihaknya meminta peternak terus memperhatikan ketersediaan pakan. Terutama pada sapi indukan yang sedang menjalani kehamilan.

Sejak dua bulan menjelang kelahiran dan dua bulan setelahnya harus diberi pakan dalam jumlah yang lebih banyak dengan nutrisi yang lebih tinggi dibanding biasanya.

Hal itu penting agar kualitas anakan lebih berkualitas. Juga untuk menjaga tubuh indukan tetap terjaga, memperpendek jarak kehamilan dan sapi akan dapat lebih cepat birahi kembali.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved