Breaking News:

Geliat Budidaya Ikan di Kapuas

Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Salurkan Bantuan Budidaya Ikan Sistem Bioflok

Tiga pesantren di Kabupaten Kapuas Kalteng dapat bantuan budi daya ikan dengan sistem bioflok dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

DINAS PERIKANAN KABUPATEN KAPUAS UNTUK BPOST GROUP
Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas saat melihat budi daya ikan sistem bioflok di Pondok Pesantren Babussalam di Kota Kualakapuas, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, KUALAKAPUAS - Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, beberapa waktu lalu menyalurkan bantuan budidaya ikan Sistem Bioflok dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Bantuan diserahkan untuk 3 pesantren di Kabupaten Kapuas, yakni Babussalam, Pesantren Al-Amin Sei Tatas dan Pesantren Muhajirin Antang.

"Ya, bantuan budi daya ikan sistem bioflok telah kami salurkan. Semoga bisa dimanfaatkan dengan baik," kata Kepala Dinas Perikanan Kapuas, Darmawan, kala itu.

Dilanjutkannya, bioflok merupakan program budi daya baru dan sekarang banyak diminati oleh masyarakat. "Sistem ini lebih efektif dalam meningkatkan produktivitas," ujarnya.

Sebelumnya, Darmawan juga menjelaskan, bioflok merupakan kumpulan dari berbagai organisme baik bakteri, jamur, protozoa, ataupun algae yang tergabung dalam sebuah gumpalan (floc).

Pembudidaya Ikan di Kabupaten Kapuas Berharap Bantuan Pemasaran

Budi Daya Ikan Sistem Bioflok Banyak Diminati Masyarakat Kabupaten Kapuas

Pembudidaya Ikan di Panamas Kabupaten Kapuas Sekali Panen Bisa Beli Motor

Budi Daya Ikan, Cara Warga Panamas Kabupaten Kapuas Bertahan di Tengah Pandemi

Dalam budi daya perikanan, gumpalan-gumpalan bahan organik ini nantinya akan menjadi pakan bagi komoditi yang dibudidayakan.

Darwaman menekankan, bioflok ini merupakan salah satu sistem dengan pemberian bibit ikan yang ada di dalam kolam bundar dan tidak menyusahkan, sangat praktis.

"Karena kolam berlapis terpal yang tidak mudah rusak, dan produksi ikan lebih tinggi dibandingkan kolam galian tanah," lontarnya.

Lanjutnya lagi, padat tebarnya lebih tinggi dibanding dengan budi daya di kolam tanah. Kalau bioflok dengan diameter 3 meter saja bisa menghasilkan 3.000 ekor, bahkan kalau dimaksimalkan bisa sampai 5.000 ekor.

"Jauh, ratusan kali lipat dibandingkan dengan kolam galian tanah. Tingkat keberhasilannya lebih tinggi, hanya saja pengolahan airnya yang rumit," jelasnya.

Selain itu, ia mengatakan budi daya ikan di wilayah Kabupaten Kapuas termasuk unggul. "Kami akan tetap mengawasi dan membina para kelompok melalui penyuluh," pungkasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Fadly SR)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved