Breaking News:

Berita Kotabaru

Penjabat Bupati Janji Fokus ke Penanganan Covid-19, Sebut 20 Kecamatan di Kotabaru Terpapar Covid-19

Mengawali hari pertama masuk kerja, Penjabat Bupati Kotabaru Syarifuddin langsung gelar rapat koordinasi di Operation Room Setda Kotabaru.

Penulis: Herliansyah | Editor: Syaiful Akhyar
banjarmasinpost.co.id/Helriansyah
Penjabat Bupati Kotabaru Muhammad Syarifuddin (dua dari kiri) pimpin rapat koordinasi dengan pejabat teras, asisten dan camat di lingkup Pemkab Kotabaru 

Editor: Syaiful Akhyar
BANJARMASINPOST.CO.ID,KOTABARU - Penjabat Bupati Kotabaru Muhammad Syarifuddin mulai bertugas.

Mengawali hari pertama masuk kerja, setelah dilantik, Syarifuddin langsung menggelar rapat koordinasi di Operation Room Setda Kotabaru, Senin (28/9/2020).

Pertemuan khusus di internal Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotabaru, sekaligus silaturahmi dengan seluruh Asisten, Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Camat.

Syarifuddin ditemui usai kegiatannya, kepada banjarmasinpost.co.id menjelaskan, mengawali kerja sebagai penjabat bupati. Tidak hanya penyuksesan Pilkada d Kotabaru.

Empat Orang Bayar Rp 100 Ribu dalam Operasi Yustisi di Jalan Tembus Mantuil Banjarmasin

Petugas Satpol PP Kabupaten Banjar Razia Masker Serentak di 3 Lokasi

Tersisa Satu Zona Merah Covid-19, Banjarmasin Sisakan Kelurahan Seberang Masjid

Dengan harapan pelaksanaan Pilkada di Kotabaru berjalan, aman,  tertib, lancar dan sukses. 

Syarifuddin juga berjanji lebih fokus penanganan penyebaran corona virus disease (Covid-19) di Kabupaten Kotabaru.

Diketahui Kotabaru merupakan salah satu wilayah zona merah, diharapkan ada langkah bagaimana bisa menekan pandemi tidak lagi menyebar kemana-mana. 

Dengan bersinergi antara instansi-instansi terkait dan semua stakeholder, sehingga pandemi Covid-19 di Kotabaru dapat melandai. 

Apakah ada strategi khusus penanganan Covid-19 ? "Untuk saat ini belum bisa menyampaikan, karena perlu koordinasi dengan pihak terkait bagaimana nantinya solusi-solusi yang diharapkan," terang Syarifuddin kepada banjarmasinpost.co.id.

Perlu dilakukan evaluasi dulu, sehingga dapat dipetakan. Kemudian dilakukan penanganan, sehingga wilayah-wilayah zona merah lambat laun beralih ke zona orange menjadi hijau. 

"Melihat laporan dari Dinkes, dari 22 kecamatan sudah 20 kecamatan yang terpapar," pungkas Syarifuddin.

(banjarmasinpost.co.id/helriansyah)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved