Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Beri Gimmick, Cara Pengembang di Banjarmasin Menarik Minat Pembeli Rumah

Pengembang perumahan di Banjarmasin, Kalsel, siapkan fasilitas jalan yang dicor dan penunjang lainnya, serta beri diskon.

Penulis: Syaiful Anwar | Editor: Alpri Widianjono
HASANUDDIN UNTUK BPOST GROUP
Perumahan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASIN POST CO.ID, BANJARMASIN - Sulit perekonomian dan adanya kebijakan pengurangan karyawan di perusahaan, berdampak masih lesunya masyarakat membeli rumah.

Walau pun demikian, pengembang terus berupaya supaya nasabah tertarik membeli rumah.

Salah satu strategi yang dilakukan Direktur Utama Perumahan Antasari Bintang Residence Banjarmasin, H Hasanuddin, adalah dengan gimmick fasilitas untuk perumahan.

"Untuk kondisi kelesuan pasar properti saat ini, kami menyikapi dengan gimmick-gimmick fasilitas untuk perumahan yang kami kembangkan saat ini," kata Hasan, Selasa (29/9/2020).

Dijelaskannya, ada beberapa fasilitas jalan di beberapa perumahan yang dicor atau fasilitas-fasilitas  penunjangnya disiapkan.

Jelang Akhir Tahun, Pengembang Kalsel Kejar Realiasasi Akad KPR

Antisipasi Keterbatasan Kuota FLPP, Pengembang Kalsel Fokus Pasarkan Skema SSB dan SSM

Pemprov Ajukan Raperda Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan

Ekonomi di Kalsel Kurang Bersahabat, Pengembang Belum Berani Membangun Ruko

"Kami juga menberikan diskon-diskon harga yang menarik. Diskonnya berupa potongan uang muka rumah, dan beberapa penggratisan biaya-biaya KPR," ungkapnya.

Diakui Hasan, walaun pun penjualan dalam kondisi saat ini memang terjadi penurunan drastis, namun masih ada yang terjual.

"Kami pasarkan saat ini khusus perumahan subsidi. Untuk angsuran, kami mengikuti program dari Kementerian PUPR. Program subsidi dari kementerian untuk memiliki rumah subsidi ada tiga macam, yaitu FLPP, SSB dan BP2BT," ucapnya.

Dijelaskan Hasan, untuk FLPP saat ini sudah hampir habis kuotanya. Masih ada, SSB dan BP2BT.

"Program BP2BT, yaitu bantuan subsidi uang muka dari pemerintah senilai Rp 32 juta sampai Rp 40 juta untuk uang muka kepada calon pembeli rumah. Kalau SSB, yakni Subsidi Selisih Bunga untuk bank konvensional. Sedangkan Bank Syariah, namanya SSM," tegasnya.

Ditambahkan Hasan, SSB/SSM merupakaan program dari Kementerian PURP yang mensubsidi  dalam hal subsidi rumah dalam bunga bank.

(Banjarmasin post.co.id/Syaiful Anwar)
 

--

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved