Breaking News:

Opini Publik

Opini - Right To Know Day dalam Konteks Pilkada

Tanggal 28 September 2020 kemarin kembali diperingati sebagai Right To Know Day setelah pertama kali dimulai di Belgia 18 tahun yang lalu

Oleh: Ach. Fatori (Mahasiswa Pascasarjana Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin)

BANJARMASINPOST.CO.ID - Tanggal 28 September 2020 kemarin kembali diperingati sebagai Right To Know Day setelah pertama kali dimulai di Belgia 18 tahun yang lalu.

Tidak kurang dari 80 negara demokratis di dunia saat ini memperingati Hari Hak Untuk Tahu ini.

Indonesia sendiri memperingatinya sejak tahun 2011 yang diinisiasi oleh Komisi Informasi Pusat (KIP) yang terbentuk atas amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008.

Hak untuk tahu (Right To Know) merupakan suatu bagian yang terintegrasi dari konsep kebebasan mengungkapkan pendapat dan berekspresi (Freedom of Speach and expression) dalam suatu negara.

Tajuk - Risiko Partisipasi Pemilih

Pengalaman Mahasiwa Asal Kabupaten Kotabaru di Turki, Kampus Wajibkan Pergi Piknik

Prajurit Kodim Bangun Jembatan Sementara Menuju Sarang Burung Kabupaten HSU

Rakyat memiliki hak untuk mengetahui setiap informasi dan kegiatan yang dilakukan oleh penyelenggara negara.

Negara-negara di dunia telah mengakui hak atas mendapatkan informasi publik.

Negara di eropa yang pertama kali mengesahkan hak atas informasi adalah Swedia, yakni pada tahun 1977.

Beberapa negara eropa lainnya yang juga mengundangkan hak informasi (Rigt to Information/Freedom of Information) di antaranya Albania, Hungaria, Belgia, Spanyol, Rusia.

Di Indonesia sendiri, Hak Untuk Tahu (Right To Know) biasa dikenal sebagai hak untuk dapat mengakses informasi, yaitu satu hak asasi manusia yang dijamin oleh Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28F.

Halaman
1234
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved