Breaking News:

Pilkada Banjarmasin 2020

Pilkada Banjarmasin 2020, Akun Medsos Tak Terdaftar, Paslon Dilarang Lakukan Kampanye

Tiap paslon peserta Pilkada Banjarmasin 2020 diwajibkan mendaftarkan akun ke KPU Banjarmasin dan juga diteruskan ke Bawaslu Banjarmasin, Kalsel.

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/FRANS RUMBON
Muhammad Yasar, Ketua Bawaslu Banjarmasin, Kalimantan Selatan. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Masing-masing pasangan calon (paslon) dalam Pilkada Banjarmasin 2020, Kalimantan Selatan, diberi kesempatan melakukan kampanye menggunakan media sosial (medsos).

Terkait dengan kampanye menggunakan medsos, masing-masing paslon pun diwajibkan mendaftarkan akun ke KPU Banjarmasin dan juga diteruskan ke Bawaslu Banjarmasin.

Setiap paslon diberikan jatah maksimal mendaftarkan maksimal 20 akun medos, baik itu facebook, instagram, youtube, twitter dan lain sebagainya.

Dan dari 4 paslon di Pilkada Banjarmasin, diketahui 3 di antaranya sudah mendaftarkan akun-akun medsos tersebut ke KPU Banjarmasin.

Tiga paslon yang sudah mendaftarkan akun-akun medsosnya adalah paslon nomor urut 1 Haris Makkie-Ilham Nor, kemudian paslon nomor urut 2 H Ibnu Sina-Arifin Noor dan paslon nomor urut 4  Hj Ananda-Mushaffa Zakir.

Pilkada Banjarmasin 2020, Tiga Paslon Sudah Serahkan Daftar Akun Sosmed Kampanye ke KPU Banjarmasin

Jaga Suasana Kondusif Berkampanye di Medsos, Begini Komitmen 4 Paslon Pilkada Banjarmasin 2020

Pilkada Banjarmasin 2020, Deklarasi Kampanye Damai, KPU Banjarmasin Minta Paslon Santun di Medsos

Pendaftaran akun-akun Medsos oleh masing-masing paslon ini hingga 2 Oktober 2020 dan bisa diperpanjang selama 10 hari setelah itu.

Apabila ada paslon yang tidak mendaftarkan akun-akun medsosnya ke KPU Banjarmasin dan ditembuskan ke Bawaslu Banjarmasin, maka dilarang melakukan kampanye melalui medsos.

"Kalau tidak mendaftarkan sampai batas waktu terakhir, artinya paslon tersebut tidak memiliki kesempatan berkampanye melalui medsos," tegas Ketua Bawaslu Banjarmasin, Muhammad Yasar, kepada wartawan, Rabu (30/9/2020).

Disinggung apabila nantinya paslon ada yang menggunakan akun Medsos di luar dari yang sudah didaftarkan ke KPU Banjarmasin dan juga Bawaslu Banjarmasin, Yasar pun menerangkan bisa ditindak.

"Kami akan memonitor aktivitas kampanye yang dilakukan masing-masing paslon. Kalau di luar akun medsos yang didaftarkan, artinya tidak berhak melakukan kampanye. Dan tentu akan kami telusuri dengan rekan-rekan dari kepolisian karena itu juga berkaitan dengan siber," pungkasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

Keterangan foto (frans) : Ketua Bawaslu Banjarmasin, Muhammad Yasar. 
 

--

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved