Breaking News:

Tajuk

Debat yang Solutif

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalsel akan menggelar debat terbuka atau debat publik antar Paslon

BANJARMASINPOST.CO.ID - Tahapan Pilkada Serentak Tahun 2020 termasuk Pilgub Kalimantan Selatan yang diikuti dua pasangan calon (Paslon), H Sabirin Noor-H Muhidin dan H Denny Indrayana-H Difriadi Darjat, sudah memasuki masa kampanye yang berlangsung hingga awal Desember mendatang.

Dalam tahapan ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalsel akan menggelar debat terbuka atau debat publik antar Paslon yang rencananya akan digelar sebanyak tiga kali selama masa kampanye sebagai bentuk fasilitasi kampanye oleh KPU.

Digelar di tengah pandemi Covid-19, sejumlah rambu-rambu sudah menanti para kandidat yang akan menyampaikan seabreg program kerja.

Materi debat nantinya yaitu berupa visi dan misi Paslon dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memajukan daerah, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, menyelesaikan persoalan daerah, menyerasikan pelaksanaan pembangunan daerah kabupaten/kota dan provinsi dengan nasional.

Selain itu materi juga bisa menyangkut upaya masing-masing Paslon dalam memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan kebangsaan, memuat materi kebijakan dan strategi penanganan, pencegahan dan pengendalian Covid-19.

Tahapan ini menjadi salah satu yang dinanti di tengah minimnya tatap muka ataupun kampanye terbuka akibat protokol kesehatan Covid-19. Publik menunggu isu apa saja yang menjadi fokus perhatian dari calon pemimpin Kalsel ini, untuk nanti menentukan pilihan di bilik suara.

Dan sebagai pemilih, ataupun pendukung salah satu calon, masyarakat juga perlu menjaga emosi, menjaga perilaku agar tidak menjadikan debat ini sebagai ajang saling caci, atau sekarang terhadap paslon, atau pendukung paslon lainnya.

Diakui bahwa sebagian besar pemilih masih lebih menonjolkan aspek emosional dan bukan rasional. Jadi, apapun yang disampaikan dalam debat tak akan mempengaruhi pilihannya. Sekali mereka suka dengan calon X, walau saat debat tidak bisa menyampaikan program kerja, tetap akan mereka pilih nanti pada 9 Desember 2020.

Tapi, bukan berarti visi-misi dan program kerja tidak penting. Dalam konteks pendidikan demokrasi, pemilih harus tetap mendapatkan hak-haknya, termasuk untuk mengetahui apa saja yang akan dijalankan oleh calon pimpinannya.

Tidak boleh dilupakan debat calon jangan terlalu mengawang-awang dan tidak menunjukan solusi. Debat paslon adalah adu ide, bukan adu retorika atau bertanding kemampuan pidato.

Ingat pesan tokoh Bu Tejo dalam film Tilik, “Dadi wong ki mbok sing solutip (jadi orang itu yang solutif, Red)”. Ya, para calon kepala daerah harus memiliki solusi atas sekian banyak persoalan yang mendera warga. (*)

Editor: Eka Dinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved