Breaking News:

Revolusi Hijau Dishut Kalsel

IPPKH Ikut Bersinergi Patroli Antisipasi Karhutla di Kawasan Tahura Sultan Adam Kalsel

Anggota MPA Wani Hangit, Babinsa dan IPPKH PT MCB, bersama berjaga di posko pemantauan pencegahan karhutla kawasan Tahura Sultan Adam, Provinsi Kalsel

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Alpri Widianjono
HUMAS DISHUT KALSEL
Masyarakat Peduli Api (MPA) Wani Hangit, Babinsa dan petugas IPPKH PT MCB siaga antisipasi karhutla di posko induk di Dusun Riam Pinang, Desa Tanjung, Kecamatan Bajuin, Kalimantan Selatan. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Dusun Riam Pinang sebagian wilayahnya termasuk dalam kawasan konservasi Taman Hutan Raya Sultan Adam dan wilayah areal kegiatan Rehabilitasi DAS Izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH) PT Mandiri Citra Bersama, Kalimantan Selatan.

Untuk membuktikan keseriusan dalam mendukung pencegahan karhutla, Sabtu (26/9.2020) malam, perwakilan sekaligus penanggung jawab Rehab DAS dari PT MCB ikut berjaga dan patroli.

Kala itu, waktu telah menunjukkan sekitar pukul 21.00 Wita. Sebagian anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) Wani Hangit dan anggota serta Babinsa tetap siaga di posko induk Dusun Riam Pinang, Desa Tanjung, Kecamatan Bajuin.

Sambil memonitor radio komunikasi, tak diduga oleh mereka datang pihak IPPKH PT MCB yang langsung ikut bergabung dalam regu piket malam.

Berdasarkan kebijakan Kepala Tahura Sultan Adam, dalam membentuk MPA berbasis desa merupakan terobosan baru.

Patroli malam di Tahura Sultan Adam Kalimantan Selatan.
Patroli malam di Tahura Sultan Adam Kalimantan Selatan. (HUMAS DISHUT KALSEL)

Ini sangat berdampak positif terhadap pencegahan karhutla  karena hampir setiap memasuki musim kemarau selalu terjadi kebakaran, baik di areal Eehab DAS maupun di kebun masyarakat. 

Tulus Gunardi dari IPPKH PT MCB, mengatakan, kesiagaan dan kewaspadaan harus lebih ditingkatkan lagi.

Mengingat, ancaman karhutla bisa datang tak terduga. "Khususnya di areal rawan kebakaran yang sering terjadi di tahun sebelumnya," katanya. 

Tulus menambahkan, seperti kata pepatah,  api itu kecil jadi teman, besar jadi lawan. Untuk itu, jika dibiarkan akan menjalar ke tempat lain. Apabila membesar, sulit dipadamkan.

“Sehingga, perlu kerja sama yang erat dari semua pihak dalam pencegahan. Perbanyak patroli pada daerah rawan," tambahnya.

Ketua MPA Wani Hangit, Nurkhaliq, menuturkan, kawasan Tahura Sultan Adam di Desa Tanjung merupakan areal rawan terjadi kebakaran, sehingga memerlukan perhatian dan kepedulian semua pihak.

Bersama-sama memantau kawasan rawan karhutla.
Bersama-sama memantau kawasan rawan karhutla. (HUMAS DISHUT KALSEL)

Dengan kedatangan IPPKH ini adalah salah satu bentuk kepedulian dan penyemangat bagi mereka yang bertugas.

“Dengan terbentuknya MPA berbasis desa binaan Tahura di tahun 2020 dan sejak awal Agustus 2020 lalu,  anggota yang diamanahi tugas selalu aktif rutin berpatroli. Meski hujan, mereka tetap bersiaga di posko," tambahnya. (AOl/*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved