Ekonomi dan Bisnis

Kendalikan Lonjakan Permintaan Elpiji 3 Kg, Guru Besar ULM Ini Sarankan Solusi Kartu QR Code

Guru Besar ULM, Muhammad Handry Imansyah, sarankan solusi kartu QR code untuk kendalikan tingginya permintaan gas elpiji 3 kg agar harga bisa stabil

Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Syaiful Akhyar
banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi
Guru Besar Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Muhammad Handry Imansyah 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Menurut Guru Besar Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Muhammad Handry Imansyah, maraknya penjualan elpiji 3 kg di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), disebabkan oleh tingginya permintaan.

Permintaan sangat tinggi ini akibat tidak adanya pembatasan pembelian elpiji 3 kg.

Padahal elpiji 3 kg bersubsidi ini tujuannya supaya murah dan terjangkau, bagi masyarakat miskin dan berpendapatan rendah.

Bagi pengecer, peluang cari uang dengan cara menimbun adalah sangat mudah.

Dandim 1001/Amuntai Tinjau Perkembangan Pelaksanaan Program TMMD di Danau Panggang HSU

Persiapan Masuk Seleksi Anggota TNI, Babinsa Koramil Barabai Bantu Latihan 24 Pemuda HST

Kepala PMD Kalsel Sebut BLT Dana Desa Sudah Tersalur Rp 295 Miliar

Sementara bagi konsumen, karena tidak ada pembatasan, maka banyak rumah tangga mencari gas paling murah harganya, dan siapapun bisa memborong gas elpiji cari keuntungan.

"Oleh karena itu salah satu kebijakan yang bisa dilakukan oleh Pemerintah Daerah dan Pertamina adalah mengendalikan permintaan. Karena dengan hanya mengawasi pengecer dengan melakukan inspeksi mendadak untuk mengecek harga eceran terlalu merepotkan, perlu tenaga dan biaya. Apalagi pengecer itu banyak sekali," katanya. Rabu (30/09/2020).

Salah satu cara adalah mengendalikan permintaan dengan dengan teknologi sederhana, sesuai tujuan elpiji 3 kg ini adalah untuk rumah tangga miskin.

Adapun caranya adalah dengan membagi kartu berisi semacam QR code bagi rumah tangga miskin atau rumah tangga yang memiliki kartu miskin.

Data rumah tangga miskin bisa berasal dari Dinas Sosial atau ada data rumah tangga miskin di Kelurahan atau RT.

"Jadi rumah tangga miskin tiap beli akan discan kartu QR code oleh pengecer, langsung link ke distributor/Pertamina atau agen utama sehingga bila telah tercapai kuota rumah tangga tersebut misalnya sebulan bisa beli 3-4 tabung, dia tak bisa beli lagi," jelasnya.

Sehingga seseorang tak bisa membeli untuk menjual lagi demi dapat untung. Penggunaan teknologi sederhana ini dapat menyeleksi konsumen elpiji 3 kg bagi rumah tangga miskin yang memiliki QR code saja.

Di sisi lain, hal ini juga akan menghambat pengecer bermain, karena tidak semua orang bisa beli gas elpiji 3 kg, sehingga tak ada gunanya menimbun elpiji 3 kg bagi pengecer karena tak bisa dijual kepada yang tak punya kartu QR.

"Cara membatasi permintaan dengan cara sederhana dan alat sederhana yaitu hanya dengan gawai pintar saja, sudah bisa menyeleksi konsumen yang berhak," ungkapnya.

(banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved