Breaking News:

Fikrah

Mencari Rezeki yang Halal

TIPS pertama untuk mencari rezeki halal serta berkah dunia dan akhirat, yaitu umat Islam harus memulai dengan memperbanyak taubat

istimewa
KH Husin Nafarin LC 

Oleh: KH. HUSIN NAPARIN, LC. MA

BANJARMASINPOST.CO.ID - TIPS pertama untuk mencari rezeki halal serta berkah dunia dan akhirat, yaitu umat Islam harus memulai dengan memperbanyak taubat. Allah berfirman dalam Alquran,”istaghfiru rabbakum, innahu kaana ghaffaara, yursilis sama’a ‘ alaikum midraraa, wa yumdidkum bi amwaalin wabaniina wa yaj ’ al lakum jannatin wayaj’allakum anhaara, “ ucapnya.

Menukil salah satu ayat Alquran.ini yang terjemahannya sebagai berikut, “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya ) untukmu sungai -sungai “

Berdasarkan ayat ini, ternyata permohonan ampun seseorang, di antaranya dengan istighfar yang dibacakan, bukan hanya mendapatkan ampunan dari Allah, lebih dari itu, rezeki akan mudah diperoleh.

Lima tips mudah mencari rezeki halal, baik materi yang dikumpulkan atau cara mencarinya harus sesuai standar syariat Islam, sehingga menjadi berkah dunia dan akhirat.

Sehubungan dengan ini, diriwayatkan seorang sahabat datang kepada Rasulullah SAW mengadukan kemiskinannnya, berusaha tidak mujur selalu rugi dan utang pun menumpuk. Rasul SAW bersabda, “Wahai pulan, dimana kamu dari tasbih malaikat dan salawat para makhluk yang dengan itu mereka dimudahkan mendapatkan rezeki mereka yang sudah ditentukan Allah. SWT.

Dia pun bertanya bagaimana tasbih dan salawat para malaikat itu wahai Rasul SAW. Rasul SAW menerangkan dengan lembut, Anda bangun untuk menunaikan salat fardu Subuh. Setelah Anda bersuci, dirikanlah salat sunat subuh dan Anda tahu, salat sunat Subuh itu lebih baik dari dunia dan isinya. Bayangkan orang yang ketinggalan salat sunat subuh kehilangan dunia dan segala isinya, apalagi salat subuhnya.

Orang yang ketinggalan salat fardu Subuh adalah orang-orang yang telinganya dikencingi setan, untung saja di telinganya tidak dikasih merek WCS artinya WC setan. Bayangkan jika ini terjadi, seseorang yang meninggalkan salat Subuh, berjalan kesana kemari sedang di telinganya terpampang tulisan WC Setan.

Kemudian kata baginda Rasul SAW baca tasbih itu seratus kali sampai kamu iqamat mendirikan salat subuh. Tasbih tersebut berbunyi Subhanallahil azhiim, subhanallahi wabihamdih astagfirullah, niscaya dunia akan tunduk kepadamu kata Nabi SAW. Demikian semoga manfaat bagi umat Islam, dalam upaya pendekatan diri kepada Allah, karena kita diperintahkan selalu bertasbih pagi dan petang, wasabbihhuhu bukratan wa ashiilaa.

Itu di satu pihak, di pihak lain semoga ekonomi umat Islam dapat dicapai dan segala problema ekonomi dapat terselesaikan dengan mudah, wa man yattaqillaaha yaj’allahuu makhraja wa yarzuqhu min haitsu laa yahtasib. Barang siapa isiqamah dalam takwa kepada Allah niscaya Allah anugerakan kepadanya jalan keluar dari kesulitan yang dihadapinya, wa yarzuqhu min haitsu laa laa yahtasib. Dan Allah SWT anugerahkan rezeki kepadanya diluar perhitungan, Qs 65/4.

Seorang muslim hendaklah benar-benar memperhatikan bagaimana ia mendapatkan rezeki.baik materi bendanya atau cara mencarinya, karena semua nikmat rezeki yang didapatkannya akan dipertanggungjawabkan di hari kiamat, dari mana didapat dan ke mana menggunakannya, tidak lepas dan bergerak kaki seseorang di pengadilan Tuhan di padang mahsyar nanti, kecuali setelah petanggungjawabannya.

Itulah sebabnya dalam salat Maghrib, sang imam biasanya membaca surah at-takatsur, dimaksudkan mengingatkan jamaah salat setelah seharian mengumpulkan harta, agar mawas diri dan hati-hati bahwa semua itu akan dipetanggungjawabkan, tsumna latus’alullana yaimaidzin ‘aminna’iim sungguhnya kamu pasti ditanyai pada hari tentang kenikmatan yang kamu megah-megah itu di dunia.

Karena itu wahai manusia, pendatapan/income kehidupan yang didapatkan dengan jalan yang tidak benar seperti mencuri, menyuap dan menyogok dalam pemilu atau mengurangi sukatan, timbangan dan ujuran dalam jual beli serta riba itu bukan rezekimu yang hakiki. Engkau makan, konsumsi dan berikan kepada anak istrimu, engkau berdoa dan beribadah menyebabkan doa dan ibadahmu tertolak disisi Alalh SWT. (*)

Editor: Eka Dinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved