Wabah Corona di Kalsel

Peningkatan Kasus Covid-19 Masih Tinggi Meski Warga Bermasker, Begini Saran Tim Pakar ULM

Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 kembali bertambah sebanyak 55 orang menjadikan total kasus Covid-19 di Kalsel menjadi 10.403 kasus.

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Hari Widodo
Foto ULM Untuk Bpost
Tim Pakar Percepatan Penanganan Covid-19 Universitas Lambung Mangkurat (ULM) yang juga Guru Besar Fakultas Kedokteran ULM, Prof. Dr. dr. Syamsul Arifin. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sederet upaya peningkatan disiplin masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan terus dilakukan baik melalui himbauan maupun operasi-operasi yustisi.

Namun seperti dilaporkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kalsel, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 masih terus bertambah.

Dimana pada Kamis (1/10/2020) diketahui kasus terkonfirmasi positif Covid-19 kembali bertambah sebanyak 55 orang menjadikan total kasus Covid-19 di Kalsel menjadi 10.403 kasus.

Tren masih terus bertambahnya kasus meski kesadaran masyarakat dalam penggunaan masker sudah meningkat ini menjadi perhatian Guru Besar Ilmu Kesehatan dan anggota Tim Pakar Covid-19 Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Prof. Dr. dr. Syamsul Arifin.

Covid-19 Kabupaten Barito Utara KaltengTerus Meningkat, Rapid Test Massal Digencarkan

Tiga Anggota DPRD Banjarbaru Terkonfirmasi Covid-19, Ini Langkah Yang Dilakukan Sekretariat Dewan

Belasan Lagi Pasien Covid-19 Tala Sembuh, Konfirmasi Positif Baru Bertambah

Menurut Syamsul, saat kepatuhan masyarakat sudah meningkat terhadap penggunaan masker yang terstandar, justru yang sering terabaikan adalah untuk cuci tangan.

Pasalnya kata Syamsul, hal ini bisa menjadi faktor penyebab masih meningkatnya kasus karena sulit menjamin tangan tidak menyentuh wajah atau masker.

Dipaparkannya, sebuah penelitian tahun 2016 dari New South Wales, Australia, menyebutkan orang-orang menyentuh wajah mereka sekitar 23 kali dalam satu jam.

Hampir setengah dari sentuhan wajah melibatkan mulut, hidung, atau mata yang notabennya menjadi jalur termudah bagi virus dan bakteri memasuki tubuh.

Penyakit saluran pernapasan yang disebabkan corona virus disease 2019 menyebar ketika percikan dahak yang mengandung virus masuk ke dalam tubuh melalui mata, hidung, atau tenggorokan.

Akan tetapi menurutnya, yang paling sering terjadi adalah melalui tangan termasuk dari satu orang ke orang lain.

Menurut Syamsul, selama pandemi global terjadi, salah satu cara paling mudah, penting dan tanpa biaya untuk mencegah penyebaran virus adalah dengan rutin cuci tangan pakai sabun dan air.

Mencuci tangan mungkin terlihat cukup mudah, tetapi kenyataannya hanya 5 persen orang benar-benar memahami mencuci tangan yang baik dan benar.

"Untuk itu, pemahaman cuci tangan sangat perlu dikampanyekan terlebih dalam rangka memperingati hari cuci tangan pakai sabun sedunia pada tanggal 15 Oktober nanti," kata Syamsul.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved