KalselPedia
KalselPedia - Mandai Panganan dari Kulit Cempedak Khas Kalsel
Mandai merupakan satu panganan tradisional favorit warga Kalimantan Selatan yang terbuat dari kulit dalam buah tiwadak
Penulis: Danti Ayu Sekarini | Editor: Eka Dinayanti
Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, KalselPedia - Mandai merupakan satu panganan tradisional favorit warga Kalimantan Selatan yang terbuat dari kulit dalam buah tiwadak atau yang biasa dikenal dengan cempedak.
Buah cempedak adalah satu jenis buah yang biasa ditemukan di daerah hutan dataran rendah dan berbuah pada musim - musim tertentu.
Cempedak memiliki bentuk menyerupai nangka namun lebih panjang dengan aroma yang cukup menyengat.
Adapun bentuk mandai juga serupa dengan bagian dalam nangka yang berwarna putih cenderung kuning dan memiliki jaringan yang berbentuk seperti rumbai.
• KalselPedia - Profil Klub Voli Bea Cukai Banjarmasin
• KalselPedia - Direktorat Sabhara (Samapta Bhayangkara) Polres Banjarbaru Kalsel
Mandai biasa diolah menjadi panganan dengan cara digoreng hingga kecoklatan atau ditumis bersama dengan cabai dan bawang.
Kulit dalam buah tiwadak ini diproses menjadi panganan dengan cara dipisahkan terlebih dahulu dengan daging buahnya lalu kemudian mengupas bagian terluar kulitnya.
Selanjutnya kulit tiwadak dicuci bersih untuk menghilangkan kotoran dan getah yang biasa menempel.
Setelah bersih mandai bisa langsung digoreng atau ditumis setelah sebelumnya dipotong - potong sesuai selera terlebih dahulu lalu dibumbui dengan taburan garam dan diremas - remas agar kulit tiwadak melemah.
Kulit cempedak atau mandai dapat diawetkan hingga tahan berbulan - bulan dengan cara direndam dalam air garam yang kemudian ditutup rapat dalam sebuah wadah.
Agar semakin awet ada baiknya air rendaman mandai rutin diganti jika sudah mulai terlihat keruh dan bergetah.
Selain berfungsi untuk mengawetkan, air rendaman garam juga berfungsi untuk melemahkan mandai sekaligus memberikan cita rasa.
Meski hanya dimasak dengan menggunakan bumbu sederhana, cita rasa asli mandai yang gurih sedikit asam dengan tekstur yang kenyal menyerupai daging nyatanya mampu mengalahkan pamor makanan modern lainnya bagi warga Kalimantan termasuk daging ayam dan sapi.
Seiring perkembangan zaman kini mandai juga mulai dikreasikan menjadi panganan atau camilan seperti keripik.
Di beberapa daerah, panganan olahan dari kulit cempedak ini juga dikenal dengan sebutan dami.
(Banjarmasinpost.co.id/Danti Ayu)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/tumis-mandai-ala-rm-ovj_20170211_194207.jpg)