Breaking News:

Wabah Corona di Kalsel

Pasien Covid-19 Kosong, Ruang Teratai RSUD Abdul Aziz Marabahan Kembali Difungsikan untuk Umum

Terhitung mulai 1 Oktober 2020 kemarin, Ruang Teratai yang ada di RSUD Abdul Aziz, Marabahan, Kabupaten Barito Kuala kembali dibuka untuk pasien umum

Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/Muhammad Tabri
Ruang Teratai Kelas 1 dan 2 RSUD Abdul Aziz Marabahan 

Editor: Eka Dinayanti

BANAJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Terhitung mulai 1 Oktober 2020 kemarin, Ruang Teratai yang ada di RSUD Abdul Aziz, Marabahan, Kabupaten Barito Kuala kembali dibuka untuk pasien umum.

Sebelumnya kurang lebih selama tujuh bulan, sejak kasus pandemi covid-19 merebak di bumi Ije Jela, Ruang perawatan Kelas I dan II ini difungsikan untuk merawat pasien terpapar covid-19.

Dr Fathurrahman, Direktur RSUD Abdul Aziz mengungkapkan, dibukanya kembali Ruang Teratai ini didasari dengan menurunnya kasus konfirmasi di Batola, pun di RSUD Abdul Aziz sejak 20 September sudah tidak dihuni pasien covid-19 lagi.

Hj Ananda Mundur sebagai Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, ini Tiga Nama Kandidat Penggantinya

Pergoki Bagian Tubuh Nathalie Holscher Dielus Ade Londok Odading, Sule Gusar: Settingan Pakai Rasa

PUISI, Pantun hingga Ucapan Selamat HUT ke-75 TNI 5 Oktober 2020, Sinergi untuk Negeri

"Jadi setelah dikoordinasikan dengan pihak lainnya, kita sepakat kembali menggunakan ruang kelas I dan II ini kepada fungsi awalnya," Beber Fatur.

Ia juga menambahkan, sebelum ditempati pasien yang akan menjalani pengobatan, ruang pada bangunan berlantai dua ini terlebih dahulu disterilkan beberapa kali, yakni penyemprotan ruang dan seluruh sarana yang ada.

Seluruh petugas yang memang dulunya juga ditempatkan di ruangan kelas I dan II ini juga tengah disiapkan kembali menempati sesuai penugasan.

"Dengan dibukanya kembali ruangan ini, masyarakat yang ingin berobat maupun menggunakan fasilitas ini tidak perlu khawatir. Karena pasien covid sudah kosong dan steril," ujar Fatur.

Imbauan ini dianggap penting untuk disampaikan, karena memang ada semacam ketakutan masyarakat yang datang ke rumah sakit untuk berobat, sehingga hanya datang ke Puskesmas atau Klinik.

Pada tanggal yang sama, yakni awal Oktober, GTPP Batola juga menutup sementara fasilitas karantina khusus Mess KTM.

Karena hampir sebulan penuh sudah tidak ditempati pasien yang menjalani perawatan maupun karantina.

(Banjarmasinpost.co.id/MuhammadTabri)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved