Berita Tabalong
Penderita Hipertensi Masih Tergolong Tinggi, Dinas Kesehatan Tabalong Optimalkan Program ini
Penyakit tidak menular (PTM) terutama hipertensi untuk di Kabupaten Tabalong hingga saat ini ternyata masih tergolong tinggi.
Penulis: Dony Usman | Editor: Eka Dinayanti
Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASIBPOST.CO.ID, TANJUNG - Penyakit tidak menular (PTM) terutama hipertensi untuk di Kabupaten Tabalong hingga saat ini ternyata masih tergolong tinggi.
Bahkan dari informasi yang ada, hipertensi di Tabalong juga masuk lebih tinggi dibandingkan daerah lainnya di Kalimantan Selatan (Kalsel).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tabalong, Taufiqurrahman Hamdie, membenarkan, untuk PTM khususnya jenis penyakit hipertensi di Tabalong masih tinggi.
• Bersihkan Rumput, Tukang Ojek Pangkalan di Banjarmasin Ini Ditemukan Meninggal di Samping Payung
• Tips Dapat Subsidi Kredit Kendaraan Bermotor dan Bunga KPR, Cek Syarat dan Besaran yang Didapat
• Kedapatan Jual Satwa Dilindungi, Warga Sungaijingah ini Diamankan Petugas Ditkrimsus Polda Kalsel
"PTM merupakan permasalahan yang cukup tinggi di Tabalong terutama jenis penyakit hipertensi," katanya.
Dimana berdasarkan hasil riset kesehatan dasar tahun 2018 menyatakan Tabalong nomor dua tertinggi di Kalsel.
Untuk itulah pihaknya terus mengoptimalkan kegiatan-kegiatan yang bisa membuat angka PTM ini bisa terus ditekan.
Termasuk di masa pandemi Covid 19, kegiatan-kegiatan terkait pencegahan dan penanggulangan PTM tetap terus berusaha dioptimalkan.
Cara yang ditempuh dengan memaksimalkan peran Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) PTM yang berfungsi untuk skrining, pengukuran tensi, penyuluhan dan pengobatan.
"Orang yang menderita hipertensi ini harus rutin mendapatkan pengobatan dan di masa covid ini mereka juga harus dibentengi karena adalah golongan yang rentan tetular,"katanya.
Sehingga di masa pandemi ini, imbuhnya, selain membentengi mereka agar tidak tepapar covid, juga tetap mengontrol perkembangan penyakitnya, baik melalui pemeriksaan rutin maupun pengobatannya.
Masih menurut Taufik, khusus untun ASN di lingkup Pemkab Tabalong, pihaknya juga ada program kunjungan ke instansinya.
Ini juga untuk lakukan skrining pemeriksaan rutin, baik untuk pemeriksaan darah, pengukuran tensi dan lain sebagainya.
Jadi PTM ini tidak memandang jenis pekerjaan dan sebagainya. Sedangkan umur yang rentan berada di kisaran 40 tahun ke atas.
"Ini semua karena pola hidup, pola makan, apabila banyak mengonsumsi natrium atau garam dalam sehari-hari yang melebihi batas takaran normal menyebabkan beresiko terkena hipertensi, dan faktor keturunan,"ungkap Taufik.
Untuk itulah agar bisa terhindar dari hipertensi maka harus bisa menjaga serta mengatur pola hidup dan pola makan yang sehat.
(banjarmasinpost.co.id/dony usman)