Breaking News:

Berita Tabalong

VIDEO Toko di Pasar Tak Sesuai Fungsi, Pemilik Dapat Teguran dari Disperindag Tabalong

Pedagang yang ketahuan tak memfungsikan tokonya ditemukan petugas Disperindag Tabalong di Pasar Tanjung, Pusat Kuliner Mabuun, Pasar Kelua, Kalsel.

Penulis: Dony Usman
Editor: Alpri Widianjono

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Petugas Dinas Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan, memberikan surat peringatan (SP) 1 terhadap pemilik toko atau bangunan, Senin (5/10/2020).

Teguran tertulis tersebut dikarenakan tempat usaha mereka, yakni toko atau bangunan sejenis, tidak dimanfaatkan sebagaimana fungsinya.

Pemberian surat dilakukan di beberapa lokasi, antara lain di Pasar Tanjung, Pusat Kuliner Mabuun dan juga Pasar Kelua.

Pantauan Banjarmasinpost.co.id, saat memberikan SP 1 di Pusat Kuliner Mabuun, petugas langsung menempel surat di pintu toko yang memang kedapatan tidak difungsikan.

Selain itu, petugas juga memberikan teguran lisan kepada pengguna toko yang mendirikan bangunan tambahan untuk garasi mobil.

Tujuh Pasien Covid-19 Sembuh Dipulangkan, Dibekali Sertifikat dari Covid Center Tabalong

Tiga Pilar Muara Harus Tabalong Gelar Operasi Yustisi, Dua Pelanggar Disanksi Ini

Curi Karet 10 Karung di Muara Uya, Pria Ini Dibekuk Petugas Gabungan Polres Tabalong

Simpan Sabu, Warga Kelua Diamankan Satresnarkoba Polres Tabalong

Ditegaskan Kepala Disperindag Tabalong, Husin Ansari, saat ditemui di lokasi, pemberian teguran tertulis dan lisan ini terkait pemanfaatan bangunan yang disalahgunakan fungsinya. "Seperti, menjadi tempat tinggal dan juga dibuat tempat parkir mobil," tegasnya.

Saat ini, imbuhnya, langkah pertama yang dilakukan dengan pemberian SP 1. Apabila tidak mengindahkan juga,  maka akan ada SP 2, SP 3 hingga pengambilalihan tempat.

"Bisa kami ambil alih dan serahkan kepada pedagang lain yang bisa memanfaatkan. Untuk SP 1, berlaku dua minggu sejak hari ini," katanya.

Dijelaskannya, dari apa yang mereka ketahui untuk bangunan yang diberi SP 1 pelanggarannya ada beberapa jenis.

Ada yang digunakan jadi tempat tinggal, ada toko yang tidak digunakan atau tutup dan juga terkait soal kepemilikan. "Jadi kita ingin lakukan pembenahan dan penataan agar bisa dihidupkan kembali," ujarnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Dony Usman)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved