Breaking News:

Berita Nasional

Cara Dapat Subsidi Bunga KPR dan Subsidi Kredit Kendaraan Bermotor Saat Pandemi Virus Corona

Cara Dapat Subsidi Bunga KPR dan Subsidi Kredit Kendaraan Bermotor Saat Pandemi Virus Corona

Editor: Rendy Nicko
Cara Dapat Subsidi Bunga KPR dan Subsidi Kredit Kendaraan Bermotor Saat Pandemi Virus Corona
net
Ilustrasi - Cara Dapat Subsidi Bunga KPR dan Subsidi Kredit Kendaraan Bermotor Saat Pandemi Virus Corona

BANJARMASINPOST.CO.ID - Berikut ini cara dapat subsidi bunga KPR dan subsidi kredit kendaraan bermotor dari pemerintah saat Pandemi Virus Corona. Cek Syarat dan besaran subsidi yang diterima.

Diketahui, pemerintah melalui Kementerian Keuangan memberikan subsidi bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan subsidi kredit kendaraan bermotor.

Keputusan pemberian subsidi bunga KPR dan subsidi kendaraan bermotor tersebut termaktub dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 138 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pemberian Subsidi Bunga/Subsidi Margin dalam Rangka Mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional.

Pemberian subsidi bunga KPR dan subsidi kredit kendaraan bermotor tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendukung program pemulihan ekonomi nasional.

Kode Promo Telkomsel 4G Sepuasnya Cuma Rp 6 Ribu, Internet Murah Rp 10 Ribuan XL, Indosat, Axis & 3

Cepat Klaim Kode Redeem FF & Mobile Legend Oktober 2020, Ada Diamond, Skin Senjata, Bundle

Isi Lengkap Pasal Kontroversial UU Cipta Kerja Bab Ketenagakerjaan, Bahas Pekerja Kontrak dan Libur

Lantas, bagaimana syarat mendapatkannya?

Dalam Pasal 7 disebutkan bahwa subsidi bunga diberkan kepada debitur perbankan, perusahaan pembiayaan, dan Lembaga Penyalur Program Kredit Pemerintah yang memenuhi syarat.

Untuk kategori debitur perbankan dan perusahaan pembiayaan, sejumlah syarat yang harus dipenuhi adalah:

Merupakan usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah, koperasi, dan/atau debitur lainnya dengan plafon kredit atau pembiayaan paling tinggi Rp 10 miliar

  • Memiliki Baki Debet Kredit atau pembiayaan sampai dengan 29 Feruari 2020
  • Tidak termasuk dalam Daftar Hitam Nasional untuk plafon Kredit di atas Rp 50 juta
  • Memiliki kategori performing loan lancar (kolektibilitas 1 atau 2) dihitung per 29 Februari 2020
  • Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atau mendaftar untuk mendapatkan NPWP.
  • Debitur lainnya yang dimaksudkan adalah debitur KPR sampai dengan tipe 70 dan debitur kredit kendaraan bermotor pada usaha produktif, termasuk yang digunakan untuk ojek atau usaha informal.

Untuk Lembaga Penyalur Program Kredit Pemerintah, berikut syarat-syarat yang harus dipenuhi:

  • Merupakan usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah, koperasi dengan plafon kredit atau pembiayaan paling tinggi Rp 10 miliar
  • Memiliki Baki Debet Kredit atau pembiayaan sampai dengan 29 Feruari 2020
  • Memiliki kategori performing loan lancar (kolektibilitas 1 atau 2) dihitung per 29 Februari 2020
  • Dalam poin 5, dijelaskan bahwa debitur yang memiliki akad kredit di atas Rp 500 juta sampai Rp 10 miliar, harusmemperoleh restrukturisasi dari penyalur kredit.
  • Sementara debitur yang memiliki plafon kredit kumulatif melebihi Rp 10 miliar tidak termasuk dalam penerima subsidi ini.
    Besaran

Dalam Pasal 8, disebutkan bahwa subsidi bunga diberikan dalam jangka waktu paling lama enam bulan.

Nasabah kredit motor sedang melakukan transaksi di diler, Selasa (22/1/2019).
Nasabah kredit motor sedang melakukan transaksi di diler, Selasa (22/1/2019). (banjarmasinpost.co.id/mariana)
Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved