Berita Banjarbaru

Ditingkat Nasional Tidak Ada Kejelasan, Adiwiyata di Kalsel Tetap Jalan

Meski ditingkat nasional tak ada kejelasan, Dinas LH Kalsel tetap melaksanakan penilaian adiwiyata tingkat provinsi

Tayang:
Penulis: Nurholis Huda | Editor: Hari Widodo
banjarmaisnpost.co.id/nurholis huda
Kadis LH Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana menjelaskan Penilaian Adipura di tingkat Kalsel tetap jalan. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU -  Sejatinya pengumuman Adipura yang diumumkan pada Juni 2020 ditunda hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

Pengumuman itu berdasar suratKementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan, Dirjen Pengelolahan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya, Nomor s. 275/PSLB3IPS/PLB 0/7/2020 tanggal 24 Februari 2020 perihal Penghargaan Adipura.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan, Hanifah Dwi Nirwana, Kamis (8/10/2020) menjelaskan penundaan pengumuman hingga batas waktu itu tidak ditentukan itu karena situasi dan kondisi pandemi Covid-19.

"Ya sebagaimana surat itu, pengumuman Adipura 2019 untuk 2020, ditunda sampai waktu yang tidak ditentukan. Akan tetapi kami dari Dinas LH Kalsel melakukan tugas dan melakukan pembinaan dan pemantauan berkait pengelolaan sampahnya di kabupaten kota," kata Hanifah Dwi Nirwana, Kamis (8/10/2020).

Dinas LH Kalsel dan Banjarmasin Evaluasi 11 Calon Sekolah Adiwiyata Provinsi

Ini 21 Sekolah di Banjarmasin Penerima Penghargaan Adiwiyata 2020, Siswanya Wajib Bawa Tumbler

Dijelaskan Hanifah, meski belum dilakukan penilaian Adipura, tapi kinerja pengelolaan sampah terus dilakukan.

"Karena kabupaten kota dan provinsi punya rencana strategis untuk pengelolan sampah dan ini angka yang disepakati maka harus dicapai. Ada tidaknya adipura pengelolaan sampah menjadi tanggungjawab pemerintah dan masyarakat," ungkapnya.

Begitupun dengan Adiwiyata yang menyasar sekolah-sekolah, sementara ditunda dulu untuk tingkat nasional.

Tapi, untuk level Provinsi Adiwiyata dibijaksanai tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Alasannya, pihaknya memandang Adiwiyata ini sangat penting dan strategis untuk tetap dilakukan kerena unsur edukasi yang perlu ditanamkan di sekolah sekolah dan ke peserta didik.

"Karena dianggap perlu pelaksanaan Adiwiyata ini tetap dilakukan dengan berdamai dengan Pandemi Covid-19," kata dia.

Masih dijelaskan Hanifah Dwi Nirwana, saat ini program Adiwiyata tengah dilakukan penilaian.

Berdasarkan laporan ada 32 sekolah yang ikut, baik SD, SMP, dan SMA.

Menuju Prestasi Adiwiyata Nasional, Tim DLH dan Sekolah Adiwiyata di Balangan Gelar Studi Lingkungan

Tapi untuk saat ini, masih proses penilaian dulu kepada calon sekolah adiwiyata, dan kemungkinan bulan depan bisa di finalisasi dan siap diberikan apresiasi kepada sekolah-sekolah yang terus berkomitmen menjadikan sekolah adiwiyata.

"Sekolah terpilih nantinya sekaligus ini menjadi dasar untuk diajukan ke tahap nasional, " urai Hanifah Dwi Nirwana. (banjarmasinpost.co.id/nurholis huda)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved