Berita Tanahlaut

Harga Elpiji Eceran Masih Mahal, Diskopdag Tala Respons dengan Menggencarkan Aksi ini

Pemkab Tanahlaut (Tala) melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Perdagangan (Diakopdag) Tala menggencarkan operasi pasar gas elpiji

Penulis: Idda Royani | Editor: Eka Dinayanti
DISKOMINFO TALA
Warga Kurau antusias mendatangi lokasi operasi pasar gas elpiji tiga kilogram, Kamis kemarin. 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Hingga kini harga liquid petreleum gas (LPG) kemasan tiga kilogram atau yang familiar disebut gas elpiji melon, masih cukup mahal pada perdagangan eceran.

Termasuk di Kabupaten Tanahlaut (Tala).

Penuturan sejumlah warga Tala, Minggu (11/10/2020), harga eceran masih jauh melampaui HET (harga eceran tertinggi) Rp 19 ribu per tabung.

Bahkan beberapa pekan silam sempat meroket hingga Rp 40 ribu di Kota Pelaihari.

"Masih mahal sih beli di ecerannya. Tapi ya mau bagaimana karena perlu, ya tetap beli meski mahal," ucap Suni, warga Pelaihari.

Kelakuan Johnny Wong si Ayah Baim Wong Nyetir Mobil Baru Bikin Asisten Syok, Kakek Kiano Diingatkan

Orang Meninggal Akibat Infeksi Covid-19 di Tala Bertambah, ini Jumlah yang Jalani Isolasi

Foto Afgan dan Rossa Gandengan Tangan di Momen Ultah Bikin Heboh, Banjir Doa Semoga Berjodoh

Mahalnya harga gas elpiji tiga kilogram eceran dikatakannya cukup membebani warga kecil seperti dirinya.

Apalagi saat ini penghasilan masih seret terdampak berkepanjangannya pandemi covid-19.

"Dulu kata pemerintah gas melon gakkan susah dicari, gakkan mahal sehingga minyak gas (minyak tanah) ditarik. Tapi kenyataannya kayak gini," keluh Yadi, warga Pelaihari lainnya.

Sejak gas elpiji melon mahal, ia mengaku terpaksa membeli gas elpiji nonsubsidi kemasan 12 kilogram.

"Ya namanya perlu untuk usaha, mau bagaimana lagi," tandasnya.

Suni maupun Yadi sama-sama berharap ketersedian gas melon kembali terdistribusi normal seperti saat awal gas melon digulirkan pemerintah beberapa tahun silam.

"Ya tolong lah diatur lagi atau diperbanyak lagi barangnya supaya ada terus dan harganya tak mahal," harap Yadi.

Menyikapi mahalnya harga gas melon eceran, Pemkab Tanahlaut (Tala) melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Perdagangan (Diakopdag) Tala menggencarkan operasi pasar gas elpiji subsidi tersebut.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved